Tips & Tricks 7: Pengajian

I’m sorry if this post is not universal.

Persiapan pengajian ini terbilang lumayan effort dibandingkan acara intinya karena merupakan acara pertama dari seluruh rangkaian yang ada, jadi masih semangat-semangatnya untuk nyiapin pernak-perniknya. I prepared the souvenirs all by myself. Dealing with design is never easy for me, especially when it comes to printing it. Saking effort-nya, main ke rumah Laras sampai bawa kartu ucapan yang harus aku potong-potong dan garisin pakai spidol emas. Bukan karena mau details-nya jadi spesial atau mau hemat biaya, cuma karena kurang kerjaan aja (because I wasn’t really aware that I need to prepare more important things i.e.: calling the wedding vendors, dealing with the concepts, searching for inspirations, etc).

Jadi, kalau kamu mau mengadakan pengajian, here are some of things to add on your check list:

  1. Tamu Undangan
    – Apakah ibu-ibu pengajian? Apakah dari Panti Asuhan?
    – Berapa jumlah tamu undangan?
    – Adakah dresscode untuk tamu undangan?
  2. Waktu dan Tempat
    Kalau aku, acaranya sore setelah Ashar dan selesai sebelum Maghrib, karena tamu undangannya bisanya jam segitu. Acara diadakan di rumah, lebih tepatnya di depan rumah (nutup jalan gitu).
  3. Penceramah
    THIS is very important, buat aku sih. Karena aku pribadi pingin isi ceramahnya yang general, yang bisa diterapkan ngga cuma untuk yang beragama Islam aja. Dan harapannya ketika pulang dari acara ini tamu undangan jadi punya bahan renungan dan insya Allaah ngga cuma masuk telinga kanan keluar kiri. I KNOW, ngga ada ceramah yang sia-sia. What I’m trying to say here is kadang ada penceramah yang fokusnya hanya pada satu titik aja kan, jadi kadang bikin tamu undangan yang non muslim ngga nyaman, atau malah isi ceramahnya ngga fokus untuk pengajian pernikahan, dsb. Syukur kemarin yang ceramah waktu pengajianku bagus banget dan sangat praktikal. :”)
  4. Konsumsi
    Karena acara di tempatku kemarin bukan waktu untuk makan, jadinya konsumsi dipesankan nasi box dan snack box. Hanya minuman teh hangat yang dihidangkan setelah mengaji.
  5. Souvenir
    Ini totally optional. Acaraku kemarin bingkisannya kerudung sama pasmina (untuk tamu non muslim) aja.
    Tips: Cari yang praktis aja karena pengajian bukan inti acara pernikahan kamu. Inti di pengajian ini adalah kepasrahan hati kamu :”)
  6. Dokumentasi
    Penting juga sih ini, cuma kemarin acaraku kurang matang persiapannya (baca: ngga pedulian sama dokumentasi)Jadi pakai jasa sedulur yang ternyata WOW banget hasilnya. Tapi karena bukan kerjasama profesional, jadi ngga enak minta aneh-aneh. HAHA.
  7. Buku Doa
    Ini aku bikin H-4 deh kayanya, lupa. Awalnya ngga pingin bikin buku doa karena yang diundang adalah ibu-ibu pengajian, keluarga, tetangga dan kerabat dekat. Jadi most of them diasumsikan sudah punya buku doa kan. Tapi rasanya gatel pingin bikin buku doa. Akhirnya aku coba cari-cari di Google untuk isian doanya, terus desain sendiri covernya, terus ke percetakan sendiri cuma buat nyetakin 3 buku (buat aku, Papi dan Mami). Waktu udah jadi bukunya then my mom was like, “Apik ya, kalau cetak 200 sekalian gimana?” And it was D-2. Assalamualaikum? Nyetaknya pakai kepretan tinta kali ya?
    Tips: Tentukan sekalian mau bikin souvenir buku doa atau engga, jangan sampai kaya aku. :”)
    Tricks: Aku share isian buku doa-ku kemarin ya. Untuk nama mempelai harap dicek lagi dan diganti dan ada beberapa doa yang bisa diganti sendiri (yang aku share ini hasil buruanku di Google, because I couldn’t find mine anymore). Klik dimari. Aku bikin cover sendiri, boleh cek dimari.
  8. Gamis
    Ini tergantung selera kalian sih mau pakai gamis baru atau engga. Awalnya aku ngga mau bikin baru, tetapi Kanjeng Mami sudah membelikan bahan jadi ya hamdallaah aja punya Mami super baik ye kan.

Nah segitu aja, karena acaranya cuma pengajian jadi ngga ada tips dan tricks khusus. Cuma ya itu, di setiap momen, usahakan ada tim dokumentasi yang udah ready dan ada ikatan kerja profesional. Jadi kamu punya kenang-kenangan yang kekinian dan bisa kamu konsep sesuai keinginan kamu. ;)

 

 

Terima kasih kepada:
– Konsumsi : Laras Catering feat. Ibu-ibu Jatimulyo Baru
– Make up & Hijab do : @ziamafada
– Hijab Organza : @hanifiyadhani & @putriariesanti
– Gamis : Mbak @christianaidahindra
– Photo & edit : Mas @muhammadwahyutama
– Reusable Nails : @crestichandra
– Pager Ayu terkasih terima kasih sudah hadir dan membantukuuuuuu (yang belum disebutkan di atas) : @sondanghazewinkl, @kirantrilaras, @aghnimira, @ofkr
– Tenda, kursi, sound : Java Wedding – Sanggar Niassari
– Keluarga Besar Sastrodibroto & Purwosugiyanto :”)

Thanks for reading! :*

Advertisements

Tips & Tricks 6: “Wedding? What Should I DO?”

Keep calm. Banyak yang panik setelah tanggal pernikahan mereka sudah ditentukan, kenapa? Because they start it from totally zero. Mau tau biar ngga start from zero dan datang ke vendor ploga-plongo? Baca ini dulu. :p

Setelah mantap dengan konsep pernikahan, kamu perlu cari tau vendor-vendor yang bisa merealisasikan ide-ide kamu. Informasi bisa didapatkan dimana aja, tergantung kita mau nyari apa engga. Jadi, jangan males untuk sekadar cari tau, girls. Kalau udah mantap, bisa baca tulisan sebelum ini ya. ;)

Selain vendor, kamu juga harus mempersiapkan diri untuk menghadapi ribuan chat dari vendor, puluhan telefon dari vendor dan sejuta pikiran tentang details konsep kamu. Nah ini yang perlu kamu lakukan untuk mempersiapkan pernikahan. This is gonna be a long writing but please bear with me.

  1. OLAHRAGA
    Aku dulu sempat ikut kelas fitness sebulan, yang rutin aku jalankan seminggu (HAHA). Tapi sedih sih ngga bisa ngelanjutin, karena it actually helps a lot! Badan jadi bugar, pikiran jadi segar, aktivitas jadi lancar #asik #itrhymes. Olahraga rutin ini jangan cuma dilakuin waktu mendekati hari H pernikahan kamu. Lakukan 1-2 tahun sebelumnya (berarti sekarang!), karena kalau udah H-6 bulan, percaya deh ngga bakal sempet (kalau kamu yang handle acaranya sendirian). And body building takes time, sis. Dan ngga perlu ikut kelas fitness segala kalau udah mendekati hari H. Berenang, lari, nyepeda, etc, yang murah meriah aja lah, wedding itu butuh biaya banyak. Mending uangnya dilarikan ke details yang kamu inginkan, atau untuk tabungan kamu aja.
    Tips: DON’T do it for your husband, do it for yourself.
  2. Hair & Body Treatment
    Ngga cukup kalau waktu kamu cuma 2 bulan untuk melakukan ini semua. Lakukan sejak 1 tahun sebelumnya. At least sebulan sekali lah, kalau ada budgetnya. Karena pakai krim gitu ngga mungkin hasilnya langsung cling. Do the bikini line, elbow & knee whitening, keratin/ion rambut dan coba potong dengan gaya berbeda yang fresh. Kalau kamu ngelakuin ini semua 1 tahun sebelumnya, kamu punya banyak waktu buat coba-coba. Dan trust me, H-3 bulan itu vendor-vendor dan keluarga kamu udah mulai panik dan kamu ngga akan punya waktu buat sekadar memanjakan dirimu. SUER!
    Tips: Jangan pernah RATUS menjelang hari H. Karena itu bakal bikin keset banget padahal you really need to get wet (maav pulgar). Dan kadang ada beberapa cowo yang ngga seneng sama aroma rerempahan yang nyengrak (it stays for 2-3 days around your V).
    Tricks: Do lulur whitening instead.

  3. Facial Treatment
    Facial untuk mengangkat sel-sel mati boleh lah. IPL di NMW Skin Care juga boleh biar lebih kinclong. Tapi maksimal facial, peeling, laser, atau apapun itu 2 minggu-an sebelum hari H ya, karena reaksi kulit setiap orang kan beda-beda.. Kadang niat hati mau bikin kinclong tapi hari H malah make up-nya ngga nempel kan sayang ya. Intinya jangan coba-coba/ngotak-atik wajah cantik kamu H-2 minggu, kalau ada apa-apa (naudzubillah) you’ve no time to fix it.

  4. Buat Check List
    Bagi yang udah beli buku-buku panduan menikah, yaudah tinggal dibaca-baca sambil dilakuin to-do listnya. Bagi yang belum beli, pinjem yang udah beli terus dilakuin. :p Ngga deng, bikin aja sendiri, gampang kok. Bikin juga deadlinenya jadi kamu lebih bisa ngatur waktunya. Nanti kalau aku lagi niat, aku kasih lihat checklist ku dalam versi rapi dan lucu yaaa :)
  5. Minum Suplemen
    Don’t forget your pills to chill. Tablet besi, asam folat, vitamin C, vitamin E.
  6. SHOLAT
    Sumpah, berdoa. Bakal banyak banget tantangan dan rintangan. Jangan dipikir “kalau jodoh semua pasti lancar” itu beneran lancar ya. Lancar itu karena kamu nyuwun kalih Gusti. Selain itu, kamu juga perlu terus menitipkan doa ke orang tua/yang dituakan. Serius doa dan restu beliau-beliau itu ngaruh banget.
  7. Kerjasama dengan Pasangan
    Sering obrolin tentang konsep kamu. Biasanya yang bikin ribet itu urusan: (1) ada ngunduh mantu/acara resepsi yang digelar oleh mempelai pria atau engga, (2) jatah undangan dan mantan diundang apa engga, (3) transportasi dan akomodasi keluarga calon besan (kalau engga di satu kota yang sama), (4) urun konsep (bagi yang acaranya dijadikan satu–termasuk upacara adat mana yang harus dilaksanakan).
    Bagi yang lagi LDR, usahakan tetap jaga komunikasi. Kalau weekend atau di waktu senggang tetap upayakan untuk bicarakan sekilas acara besar kalian berdua.
    Tips: awali dengan dreams kamu dan dia tentang membangun rumah tangga ya, supaya kalian berdua semakin mantap dan berada di misi yang sama. ;)

Dah segitu dulu, nanti kalau ada tambahan (dari kalian juga boleh banget lhooo) bakal langsung aku masukin ya, kadang tanpa pemberitahuan, jadi sering-sering aja mampir ;)

Hope it helps! :)

photo

Tips & Tricks 5: “What Should I Order First?”

Setelah bertunangan (bagi yang menunaikan), akan ditentukan tanggal pernikahan. Biasanya banyak pasangan calon pengantin (termasuk aku) yang kebingungan untuk menentukan prioritas order vendors, yang tentunya ngga bisa dilakukan dalam sehari. And actually ngga ada yang saklek dalam persiapan pernikahan. You can order the vendors according to your spare times or whatever your considerations are. Di tulisan ini, aku hanya memaparkan pengalamanku dan menurut sudut pandangku yang sempit ini tentang apa yang sebaiknya diorder terlebih dahulu, dengan pertimbangan: tanggal yang berbarengan dengan acara orang lain karena vendor yang dipilih aku asumsikan sudah punya nama. Jadi, jangan bingung kalau di buku A bilangnya mending ini dulu, atau Budhe B bilang harusnya itu dulu. It’s totally up to you.

Sebenernya it’s easier to have a wedding plan book kaya yang sekarang lagi hits banget itu punya @thebridedept. Kalau ditanya temen-temen itu buku harus dibeli apa engga, aku cuma bisa jawab ngga ada yang mengharuskan. Kalau kamu ada budget lebih ya silakan aja toh ngga ada buku panduan yang sia-sia di dunia. Tapi, kalau kamu kaya aku gini, yang bahkan buat beli Dum Dum Thai Tea aja harus mikir ribuan kali, ya mending baca blog orang ini aja. HAHAHA!

It will be a long writing, so please hang on.

  1. Gedung Resepsi
    Bagi kalian yang ingin menyelenggarakan resepsi pernikahan di hari yang sama dengan akad, then this is the first thing to do. Kalau kalian ingin akad duluan dan resepsi gampang ntaran aja, skip ke step 2.
    Pengalaman aku kemarin, Grha Sabha Pramana (GSP) udah full booked sejak 1 tahun sebelum hari pernikahanku. Dan aslinya tanggal aku resepsi itu udah ada yang booking juga, tapi karena Kersane Gusti dan bantuan kanan-kiri*, alhamdulillaah bisa dapat GSP. Ngga cuma GSP aja, waktu itu Jogja Expo Center (JEC) yang jadi my second list of wedding venue aja udah booked on the date that my family desire.
    Jadi, do as my mom did, sehari setelah bertunangan (belum ada tanggal waktu itu, baru kisaran bulan dan tahun), beliau langsung ke GSP untuk booking. Setelah dikasih tau kalau GSP full, beliau langsung ke JEC untuk lihat kalender JEC. Tips: Harus sediakan waktu luang seharian dan berangkat dari pagi, supaya kalau things went wrong or unplanned kalian masih punya waktu buat lompat ke vendor yang lain.
    Trick 1: Ngga perlu nunggu tanggal, kalau udah ada bulan dan tahun langsung aja ke gedung yang diinginkan dan minta kalender mereka dalam setahun kedepan. Jadi bisa cari-cari tanggal yang pas (kalau keluarga kalian bukan orang kejawen yang pakai hitungan weton atau hari baik). Tapi waktu kan terus berjalan ya, jadi setelah dapat kalender mereka, kamu cuma bisa rapat tentang kapan sebaiknya booking gedung maksimal 1 minggu. Karena ketika kamu pulang dari mengambil kalender gedung itu, at least 3-4 orang juga datang untuk booking. Trust me. It sold out so fast.
    Trick 2: Cari relasi yang bisa put their hands on dalam urusan venue. It helps SO much!
  2. KUA
    Setelah berhasil dapat gedung, langsung ke KUA untuk mendaftarkan diri. Tapi, surat pengantar pernikahan (administrasi KUA) itu hanya berlaku 3 bulan sebelum hari H (misal nikah September, berarti ngurus pendaftarannya Juli). Nah aku akan kasih checklist tentang what to do dan what to bring dalam urusan administrasi di post berbeda ya, biar ngga bingung.
    Tips: Cari gedung itu lebih susah daripada cari tanggal di KUA. Jadi misal udah dapat gedung, langsung aja lari ke KUA untuk “nitip tanggal”, dan ini boleh dari beberapa bulan sebelumnya (aku dari Januari 2017 padahal nikahnya September 2017). Supaya nanti kamu ke KUA tinggal ngelengkapin administrasi aja dan semua berjalan sesuai rencana awal (ngga ada perubahan tanggal gara-gara KUA udah full booked di tanggal yang kamu daftarkan ke gedung).
    Tips: Kamu bisa bayar administrasi KUA via Bank yang ditunjuk KUA, dan hanya di bulan yang sama dengan bulan pernikahan kamu. Semisal kamu masih kental dengan budaya dipingit, tanyakan ke KUA bisa ngga diwakilkan orang lain, karena kemarin aku dikasih masukan untuk pakai surat kuasa segala.Setelah step 1 dan 2 clear, step 3 ke bawah ini ngga berurutan ya, jadi jangan saklek. Kalau ada waktu luang ya langsung datangi vendornya. Kalau yang aku tulis ini berdasarkan pengalamanku kemarin**
  3. Perias
    Karena vendor ini yang paling menentukan lebar senyummu di hari H dan susah banget ngepasin tanggal kamu, you really need to rush to book them. Suer!
    Tips 1: Berdoa terus supaya perias itu adalah jodoh kamu dan saat hari H ngga ada barengan jadi kamu ngga diduain. Because it’s gonna be a hurricane when they have promised another couple on your wedding date. They’ll leave you in the middle of the ceremony and leave their team behind to guide you. WHAT.
    Tips 2: Setelah dapat gedung dan/atau KUA langsung aja ke perias. Cim dulu tanggalnya, dan jangan lupa bilang, “Bu pokonya saya ditemenin dari awal sampai akhir ya”.
    Tricks 1: Muka orang kan beda-beda ya, di instagram si A kelihatan bagus didandanin perias itu, tapi belum tentu di wajah kamu. Supaya kamu yakin betul dengan perias itu, bisa tanyakan juga untuk test make up ke dia. Kadang ada yang bisa, ada juga yang engga.
    Tricks 2: Bring along your relatives or family yang udah pernah pakai vendor itu atau sahabatnya vendor itu, cause it will make a huge difference!
  4. Catering
    Ini adalah sorotan utama tamu-tamu kamu besok. Kalau kamu udah tau vendor catering mana yang udah trusted dan kualitasnya terjaga, cus! Tapi kalau belum tau, kamu bisa minta tolong untuk food testing dulu, entah janjian lagi di kantornya atau kamu bisa datangi pernikahan orang untuk ngicip makanan buatan katering itu. Tergantung kateringnya ya dia menyediakan fasilitas yang mana.
    Terus kadang ada katering yang kalau diorder dalam partai kecil (cuma ratusan tamunya), masakan mereka enak. Tapi begitu partai besar (ribuan), somehow rasanya sedikit berubah (sedikit di sini berarti makes a huge differences ya, because it’s A WED – F-ing – DING!).
    Tricks 1: Rajin-rajin datang ke kondangan teman atau nemenin orang tua kondangan ke kolega beliau. Ambil sedikit setiap makanan dan ambil kartu nama mereka.
    Tricks 2: Selain icip-icip, kamu juga perlu fokuskan perhatianmu pada gedung yang dipakai dan jumlah-susunan gubug yang dipesan pengantin. Fokus ke gedung berarti kamu tau nih kapasitas gedung menampung tamu, dari situ kamu dapat informasi kasar berapa jumlah tamu yang diundang dan berarti katering itu menyediakan berapa porsi. As I said before, kadang ada katering yang ngga stabil rasanya. Selain itu, gubug juga sebagai masukan buat kamu untuk berapa banyak gubug yang kamu pesan dan susunannya (biasanya katering yang udah punya nama mereka akan mengarahkan kamu, they know what to do. Kecuali kalau newbie gitu kateringnya, berarti kamu yang harus sigap ngasih tau mereka).
  5. Penjahit
    Ladies, you know how long it takes to make a dreamy dress for wedding kan yaaa. It takes forever to fit and to put on some details. Selain itu mereka juga lagi diburu-buru sama calon pengantin yang lain. Jadi, di sela-sela menunggu janjian meeting sama vendor, sempatkan ke Jalan Solo atau toko kain untuk berburu kain yang kamu inginkan untuk kebaya atau gaun kamu. Atau langsung ke penjahitnya aja untuk tau pricelist sama mereka menyediakan kain apa dan tunjukkan wedding dress yang kamu mau ke dia, dan tanyakan sebaiknya kamu mencari kain apa dan dimana. Mereka pasti tau. Di sela-sela cari kain untuk diri sendiri, sambil lirik kanan dan kiri untuk cari kain seragam for families and bridesmaids ya ;)
    Tips: Cari kain jangan jauh-jauh dari tanggal pernikahan kamu. Takutnya kalau kamu udah beli kain setahun sebelumnya, ngga taunya rilis kain terbaru yang lebih bagus H-6 bulan. Jadi, lirik kanan kiri boleh lah, cuma sabar dulu. ;) (From: @kirantrilaras).
  6. Souvenirs
    Kalau kamu tipe orang yang malas mencari waktu untuk mendesain, langsung aja ke Pasar Bringhardjo dan cari souvenirs jadi di sana, lalu minta disablonkan nama kamu dan pasangan kamu. Seminggu sampai sebulan udah kelar, tergantung dari jumlah pesanan kamu. Tapi, kalau kamu mau sesuatu yang spesial dan unik sebagai kenang-kenangan, it might takes time to think, design, and produce it. Jadi, jangan mepet-mepet bikinnya supaya bisa minta dibuatkan dummy-nya dulu. Untuk inspirasi bisa lihat-lihat di Pinterest dulu, buaaaanyak banget yang unik sampai nyeleneh di sana.
  7. Undangan
    Pesan undangan itu tergantung dari jumlah yang dicetak dan desain kamu secara keseluruhan. Kadang yang bikin lama produksi itu karena kamu belum deal sama desain yang ditunjukkan ke kamu, jadi banyak revisi gitu. Jadi pikirkan betul undangannya mau bagaimana, mulai dari kertasnya apa, isinya apa, fontnya gimana, logo nama kamu gimana, mau pakai wax seal apa engga, dsb. Dan kalau kamu pingin terima beres tinggal nyebar undangan aja, ada baiknya daftar tamu undangan udah kamu siapin sejak 3 bulan sebelum proses cetak, terutama bagi yang orang tuanya adalah pejabat, jadi kalau ada kurang-kurang tinggal ditambahin aja nantinya.
    Tips: Sebaiknya daftar undangan kamu buat di excel, biar nantinya enak diimport ke word terus dicetak jadi label.
    Tips: Jika label kamu adalah yang transparant, ada masukan supaya nyetaknya 1 lembar kertas full, karena kalau ada 1 label yang udah dilepas kadang suka bikin macet di printer (@kirantrilaras).
    Tricks: Tanyakan ke vendor undangan kamu apakah dengan budget yang ada, kamu bisa mendapatkan (1) undangan sesuai keinginan kamu, (2) buku tamu, kalau iya, jumlahnya berapa dan desainnya bagaimana, (3) terima jadi, maksudnya udah dikasih label dan diplastikin (atau dimasukin mika) sama vendornya, jadi kamu tinggal mendistribusikannya. Lalu kamu hitung ulang apakah dengan harga yang ditawarkan vendor tersebut sesuai dengan apa yang kamu terima nantinya, dan (kalau aku) apakah harga segitu worthy enough buat seonggok edaran yang nantinya akan dibuang.
    Tricks: Pikirkan juga e-invitations yang super membantu ya ;)
  8. Dekorasi
    Setiap gedung pasti punya aturan main sendiri. Mereka juga punya kenalan vendor dekor yang udah biasa kerjasama dan hafal betul aturan dan setiap sudutnya. Begitu juga kalau kamu pakai gedung GSP, mereka akan menyarankan kamu pakai vendor yang udah terbiasa di GSP. Karena GSP itu ada “pakem”-nya sendiri, ada aturannya sendiri. Ngga boleh memaku, ngga boleh memindah ini dan itu, ngga boleh pasang nganu, dsb. Sempat ada beberapa vendor yang ngeyel dan akhirnya udah diblokir sama GSP. Dan mungkin gedung lain juga pernah memblokir vendor tertentu karena tidak sesuai dengan aturan main gedungnya.
    Tips: Ketika mau order vendor dekor, sebaiknya kamu tanyakan dulu ke gedung yang udah kamu pesan, mereka menyarankan vendor mana. Vendor dekor itu sudah biasa dengan medan gedung yang kamu pesan, jadi kalau kamu mau berkreasi sedikit, mereka sudah tau what to do and might help you dan ngga perlu konfirmasi ulang ke gedung which will take some time dan merugikan kamu banget. Ingat, musuh terbesar kamu menyiapkan semuanya adalah waktu.
    Note: I’ll talk about how to choose decoration vendors in Yogyakarta later.
     
  9. Wedding Organizer
    Ini juga ngga kalah ribetnya sama Perias dalam hal nyocokin tanggal, karena mereka akan selalu kelarisan. Jadi, setelah dapat perias kalian bisa langsung cari WO. Nah mereka ini biasanya ada paket-paket yang ditawarkan. Apakah mau dihandle from A to Z sama mereka, atau mau cuma di gedung aja atau gimana. Itu tergantung budget dan gimana kalian maunya. ;)
  10. Documentation
    Kalau kamu order ke vendor fotografi yang lagi hits ya ini lumayan susah juga untuk menyesuaikan tanggal sama kamu. Tapi agak lebih santai mengingat sekarang banyak ahli-ahli foto dengan maha karya mereka.
    Tips: JANGAN cuma pesan 1 vendor fotografi, trust me! Kamu nanti menyesal seumur hidup. Suer! Pesan 2-3 vendor fotografi dari yang mahal sampai murah. Cuma buat back up dan koleksi foto kamu jadi semakin banyak.
    Note: I’ll share my experience about this later. HIX! 
  11. Family & Friends
    Tentunya mereka yang akan banyak berkontribusi dalam membantu mewujudkan your wedding dreams. Terutama your bridesmaids, pastikan mereka hadir di hari bahagia kamu. ;)
  12. Transportations
    Nah ini super tergantung dari konsep dan venue kamu. Kalau aku kemarin pesan Elf untuk keluarga besan supaya meminimalisir slot lahan parkir dan beberapa shuttle untuk wira-wiri dari GSP lantai 1 ke lantai 2, dan wira-wiri emergency (pasti ada).
  13. Accommodations
    Ini juga super optional, tergantung venue dan keluarga kamu. Kamu pikirkan lagi apakah tanggal pernikahan kamu itu saat musim kawin (bulan baik) atau engga. Waktu aku kemarin booking hotel dari 3 bulan sebelum hari H aja udah lumayan susah.
    Tips: Sebaiknya booking hal-hal begini dilakukan segera, supaya kamu bisa fokus ke detail yang ingin kamu maksimalkan. ;)
  14. Salon & Spa
    Ini penting untuk membuat kamu tetap relax dan tetep terawat di tengah-tengah keribetan dunia. Kalau wedding day kamu masih sangat jauh, boleh lah ambil paket wedding. Tapi kalau udah tinggal 6 bulan, sebaiknya ngga perlu ambil paket wedding, karena nanti kamu kesusahan sendiri atur jadwalnya dan ujung-ujungnya ngga keambil semua paketnya (meskipun bisa dilanjutkan sampai setelah wedding, tapi apa esensinya?). Kalau udah mendekati hari H, sebaiknya datang dadakan aja kaya tahu bulat yang digoreng dadakan. Kalau lagi penat banget atau lagi nungguin rapat vendor bisa langsung cus ke salon.
  15. Wedding  Ring
    Hunting wedding ring ini ngga mudah dan melelahkan buat aku pribadi. Waktu tunangan, aku sama suami udah bikin sendiri cincinnya dan kami cukup puas. Jadi, waktu mau bikin lagi untuk pernikahan udah males duluan. Tapi buat kamu yang ingin bikin yang unik gitu, biasanya pemesanan memakan waktu 3-4bulan. Ya disiapkan aja waktunya dan mentalnya ;)

There you go, girls. Silakan dijadikan tambahan informasi, tapi jangan dijadikan satu-satunya acuan ya. Semoga membantu ;)

*With this post I’d like to thank to the people who helped me and my family to use GSP on the date that I and my family desire. And secondly to the person who booked GSP before me and with their kind and big heart let us use GSP and moved to another venue, because of my father. I’m forever grateful to have my father as my father. Without him and his colleague, and the kind hearted person, I won’t be able to use my-forever-dream wedding venue-GSP-on that date. Once again, thank you so much. And Allaah, I can’t thank You enough..

**Aku akan cerita detail tentang pengalamanku kemarin di post yang berbeda. ;)

photo

Tips & Tricks 4: “Zoom Out”

In the middle of the chaotic wedding preparations*, I believe there will be a time like you’re feeling things get so hard and you can barely feel your shoulder because it’s too tense.. I suggest you to take a break and read this:

When you feel hopeless, begin to zoom out everything. Everything will start to appear as a small dot. Then nothing will seem worthy enough to bother you because they all look the same. Zooming out will wipe away all of your uneasy thoughts. When you’re aware and you realize everything is nothing more than just a dot, you won’;t be easily triggered anymore.

The more you zoom out, the smaller they get, the lighter they become. Nothing is special. Nobody is special. Nothing is worthy.

Save this in your head.
Zoom out.

– Lala Bohang on The Book of Invisible Questions.

Good luck!

*You can use this tips regardless the problems you’re facing right now.

Tips & Tricks 3: Persiapan Tunangan

Setelah kabar tentang pertunanganku menyebar (which was by accident), lumayan banyak temen-temen seangkatan yang caritau tentang apa saja yang harus disiapkan dan mostly tentang kemasan acaranya. Aku sama Papi-Mami pun waktu itu hanya bisa meraba-raba seperti apa pertunangan itu, karena aku anak satu-satunya dan dulu beliau berdua ngga pakai acara tunangan segala.

Persiapan menuju pertunangan terbilang singkat dan semacam ngga ada konsep atau engagement dream. Dan memang aku pingin acaranya dikemas sesederhana mungkin. Bahkan waktu itu aku masih koas bedah dan Mas Yudha koas forensik (on call, dan sialnya waktu lagi acara pertunangan malah ada kasus HAHAHA!). Jadi, untuk urusan pertunangan ini jangan diambil ribet.

Screen Shot 2017-10-19 at 5.32.21 PM.png

FAQ dan MY answers tentang pertunangan:

  1. Acaranya ngapain sih?
    Perkenalan keluarga ditambah dengan prosesi pakai cincin. Mas Yudha kan udah nembung sendirian (ke orang tuaku ya, bukan ke aku terus bawa cincin terus ngomong, “will you marry me?” sambil jongkok di pinggir kolam). Dan tembungan itu langsung diterima dan bagi keluarga kami prosesi pertunangan itu cuma mengumumkan pada keluarga bahwa kami sudah sepakat untuk menikah.
  2. Harus pakai cincin?
    Ngga ada yang mengharuskan. Bentuknya tali kasihnya bisa apa saja; kalung, gelang, cincin, jam tangan, etc, tergantung kerelaan si calon istri dan kesepakatan dengan calon suami.
  3. Kan laki-laki ngga boleh pakai logam mulia (emas)?
    Betul, Mas Yudha pakai Palladium.
  4. Harus langsung menentukan tanggal?
    Ngga harus. Tergantung kesepakatan kedua pihak keluarga. Kalau keluargaku super santai, jadi waktu ditanyain tanggalnya oleh MC, dijawba sama Papi, “Nanti biar SMS-an saja lewat Mas Yudha dan Titin.”
    Note: sebenernya kalau menurut Islam, pertunangan ini mungkin ta’aruf ya. Nah dari mulai ditembung (ta’aruf) ini sampai kata “sah” nantinya itu ngga boleh terlalu lama. Aku ngga tau persisnya disebutkan berapa maksimalnya apa engga, tapi setauku 1 tahun itu terlalu lama. DAN EMANG BENER YA AMPUN. Trust me when I say, 1 tahun itu lama banget (walaupun kalau dari segi persiapan itu cepet banget). Nanti aku bahas di tulisan lain ya kenapanya ;)
  5. Bawa Sesrahan?
    Aku? Engga. Tapi ada juga yang langsung bawa. Kalau aku kemarin seserahannya digabung waktu akad karena waktu persiapan yang mepet dan ngga ada yang bakal belanja (karena kami berdua koas), dan biar acaranya ringkes aja. Tapi bawanya makanan yang lengket kaya wajik, ketan gitu, sebagai ‘syarat’ aja sih, dengan filosofi supaya calon pengantin dan kedua calon keluarga ini jadi semakin lengket setiap harinya.
  6. Ngasih angsul-angsul?
    Aku? Iya. Cuma roti basah sama kering sih, karena dari keluarga Mas Yudha bawa ‘syarat’ dan beberapa makanan gitu.
  7. Rundown acaranya gimana?
    Jujur, aku bikin sendiri dengan dasar pengalaman kepanitiaan (super ngawur hahaha). Tapi nyatanya tetep sah-sah aja kok. You can copy the word version here.
    Note: file di atas cuma gambaran secara garis besar, bukan patokan saklek ya teman-teman, jadi bisa dimodifikasi sesuai situasi dan kondisi kalian.

Itu.

Things to mind:
1. Konsep acara
2. Venue
3. Dekorasi dan Lighting
4. Jumlah undangan dan siapa yang diundang dan undangan (biasanya ngga berbentuk fisik sih)
5. Konsumsi
6. Rundown dan MC (plus Cue Card bagi yang memperhatikan hal detail, ada contoh yang aku bikinin untuk Laras, klik disini).
7. Tali kasih (bisa cincin, kalung, jam tangan, dsb), jangan lupa ring bearer ya bagi yang pakai cincin.
8. Dokumentasi
9. Sesepuh yang Nembung/Memberi jawaban dan Pembaca Doa.
10. Sesrahan dan Angsul-angsul termasuk juga tempat naruhnya dan siapa penerima dan pemberinya (selain yang simbolis ya).
11. Sound system dan Mic (usahakan wireless untuk hemat waktu dan menghindari awkward moment).
12. Extravaganza (optional). Bisa juga yang mau ada musik-musik sebagai hiburan acara.

Se-sederhana-sederhananya acaramu, se-private-privatenya acaramu, usahakan sahabat terdekat dikabarin ya. Soalnya aku sama sekali ngga ngabarin sahabat-sahabat. Dan begitu kabar menyebar it hurt them so badly (nyuwun agunging samudro pangaksami *nyembah*). Oh iya, kalau aku ada yang kelupaan nulis atau ada masukan boleh banget PM aku atau leave a comment yaaa.

Semoga membantu dan semoga lancar sampai hari H yaaa :)