Terima Kasih Allaah

Pulang dari ujian teori CBT UKMPPD Februari kemarin langsung sungkem ke Papi dan Mami, “… Kalau terjadi sesuatu sama pengumumannya Maret besok, mohon maaf lahir dan batin ya, aku tadi kesusahan jawab soal-soalnya. Kalau aku lulus, itu karena kekuatan doa Papi sama Mami…”. Dan Mami cuma ketawa sambil memeluk, “Hahaha, ndak apa-apa, sudah usaha kok. Sekarang berdoa dan persiapan OSCE…”

Screen Shot 2017-03-24 at 3.46.03 AM.png

Transformasi “dek” menjadi “dok” adalah satu fase paling besar di hidupku. Tapi, aku ngga bisa berada di titik ini kalau bukan karena beliau berdua. Papi yang selalu memberi fasilitas belajar, memberi dukungan dan mengajari ini dan itu, sampai selalu puasa untuk aku. Mami yang selalu sabar dan menyayangi, mendoakan setiap hari, memberi semangat dan pelukan hangat.

Alhamdulillaah, Allaah sekali lagi mengizinkan aku untuk melukiskan senyum bahagia di wajah beliau berdua kemarin pagi 23 Maret 2017. Alhmadulillaah, Allaah sekali lagi mengabulkan doa-doaku, yang sebenarnya ngga pantas untuk menengadahkan tangan dan memohon kepada-Nya. Alhamdulillaah, Allaah masih percaya sama aku dan memberi amanah ini di dunia. Bismillaah, ini adalah awal dari perjalanan yang sesungguhnya.

Terima kasih untuk saudara dan sahabat yang sudah membantu dan mendoakan dan turut berbahagia. I’ve never been this happy from the bottom of my heart.

Advertisements

Transformasi Dek Menjadi Dok

IMG_0182.JPG

Stase pertama koas (Mata, 16 Maret 2015), langsung tension headache soalnya ketakutan (lebay tapi beneran😢). Takut kalau salah, takut kalau menciderai pasien, takut kalau dimarahin dokter senior, dan paling takut kalau ngga bisa gabung dan menyatu sama satu kelompok selama hidup di dunia perkoasan. Tapi ternyata kelompok KOAS15106💕 ini satu frekuensi sama aku. Belajar ujian setiap stase bareng sampai belajar CBT dan OSCE UKMPPD bareng, nyusun strategi biar cepet dapet izin dari staf per stase biar bisa pulang/liburan awal, bolos jaga poli bareng dan kabur waktu lihat konsulen gara-gara takut diminta maju refkas atau mini-cex, beli lipstik bareng waktu ujian Stase THT (literally lagi ujian malah ditawarin lipstik sama pengawas ujiannya), bolos diskusi ilmiah bareng, habis presentasi kasus di Klaten malah kabur ke Candi Ratu Boko padahal harusnya jaga, dsb. (Kesannya kaya koas patologis banget ya? Ya memang). Hari kedua stase pertama tension headache langsung hilang dan ngga pernah datang lagi, dan berkomitmen untuk menghadapi jatuh-bangun koas bersama mereka, no matter what.

They helped me a lot, like A LOT. Mungkin kalau bukan sama mereka, aku bakalan tension headache setiap hari sampai stase terakhir koas (Anestesi, 16 Desember 2016) atau mungkin sampai pengumuman kelulusan UKMPPD 2017. Alhamdulillaah! Aku bersyukur dipertemukan dengan orang-orang hebat seperti mereka, aku diberi kesempatan untuk mengenal mereka lebih baik, dan aku bisa menjadi bagian dari keluarga 15106 yang dipertemukan oleh takdir melalui sistem komputer akademik FK UGM.

Maaf dan terima kasih atas semua yang kita lewati bersama. Alhamdulillaah, selamat atas keberhasilan transformasi dari ‘dek koas’ menjadi ‘dokter’. Mungkin setahun/dua tahun lalu Bu/Pak perawat minta tolongnya, “dek koas ambilkan gunting”, mulai hari ini berganti, “dokter, maaf, ada pasien di IGD”. Sukses terus kedepannya DOKTER15106💕Bismillaah..

*Selamat Sondang dan Reinhart yang meraih Top10 Nasional! I’m so proud of you, guys!

It’s been a while..

Since I blogged the latest post here. True, true.. I deactivate my account for a while because I spread negativity towards you because of the fears inside me and that’s not okay. But I’m back! (nobody cares, duh). Semoga punya akun sosial dimana-mana ngga cuma menyebarkan kebencian, tetapi sebaliknya, menyebarkan kebahagiaan.

Bismillaah..