I can’t even lookin’ at my father’s eyes right now.

Advertisements

 

Kecewa itu ngga ada yang enak rasanya, terutama kalau kecewa sama diri sendiri. Rasanya jadi sebatangkara, sendirian. Salah sendiri sih, aku terlalu banyak memaafkan diriku sendiri atas segala yang aku lakukan, yang aku tau tidak ada manfaatnya. Kekecewaanku bertambah karena aku yang membiarkan ini semua terjadi, aku mengizinkannya. And I’m starting to regret all of what I did and there’s nothing I can do to undo it. Kekecewaan ini adalah bukti bahwa aku adalah manusia yang statis, yang stagnan berada di posisi yang sama. Nggak, aku nggak statis. Tapi aku malah bergerak mundur.

Sebenernya ini post sampah aja, because I’m too sad right now and I’ve tried to cope with anything but it couldn’t work. So, sorry for the spam.

*akan dihapus segera*