*WARNING! Reading this post will waste your precious time, skip it*

Hujan dan dingin ini mengingatkanku pada obrolan sore tadi di perjalanan pulang..
Mas: pengen minum yang anget-anget deh, dek.
Me: adek malah pengen minum Chatime atau makan Calzone sambil.. OH! Adek pengen escok Mas *pouting*
Mas: dingin-dingin gini kok minum es to dek..
Me: ih ya ngga apa-apa, enak tauuu.. *manja*
Mas: Mas tu menikmati kedinginan dengan kehangatan e dek.. *smirking*

Ngga ada intinya sih obrolan di atas, tapi jadi keinget aja tentang obrolan tadi waktu Mas Yudha nganterin aku pulang. And almost everything that he did, he said, aku bisa seinget itu… sedangkan materi kuliah susah banget buat ngingetnya. :(

But it’s true. Setiap apa yang dilakukan Mas Yudha, hal kecil pun aku selalu inget. Mas Yudha yang sweet, hangat, lembut, dan super peka kalau ada perubahan STL-ku (Sikap Tingkah Laku) dan langsung, “..dek? Kok diem aja? Adek ga suka? Apa? Bilang to sayang jangan diem aja…” atau kalau habis sholat di Masjid pinggir jalan atau dimanapun yang membutuhkan untuk melepas sepatu, Mas Yudha selalu mbenerin posisi sepatuku (entah dibalik arahnya atau dideketin ke arahku) biar langsung siap aku pakai tanpa harus aku puter-puter atau tanpa aku harus meraih sepatuku. Mas Yudha yang selalu memaksa aku minum air bening, bukan teh atau sejenisnya. Mas Yudha yang selalu siap asam mefenamat dan antasida karena aku banyak keluhan (dan dia juga sih sebenernya haha!).

Mas Yudha yang selalu, “…mas mau belajar lagi, mas mau berusaha lagi…” biar aku seneng, biar “kita” tetep ada. Mas Yudha yang selalu sabar sama setiap STL balita-ku, yang selalu, “iya sayang” setiap aku merengek manja atau marah-marah ngga jelas. Mas Yudha yang selalu nutup matanya kalau lagi nahan kesel sama omelan-omelanku yang tanpa dasar tanpa tujuan. Mas Yudha yang selalu berusaha memahami mood swingku dan berusaha menetralisir itu semua. Mas Yudha yang…. huf ngga akan habis diceritain di sini..

Alhamdulillaah, alhamdulillaah, alhamdulillaah.. Super bersyukur bisa dipanggil sama Mas Yudha, “sayang.” dan insya Allaah cuma satu-satunya, aamiin.

Bismillaahirrahmanirrahim…

*Maaf ya postnya aneh banget huhuhu lagi campur aduk nih hatinya… I’ve warned you*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s