Perilaku Profesional

Dapat tugas booster professional behaviour dari fakultas yaitu membuat tulisan tentang kasus perilaku tidak profesional yang ditemukan di lapangan (rumah sakit). Sekalian nulis buat blog deh (tetep).

“Pada September 2016, jenazah kasus pembunuhan dikirim dari Rumah Sakit Akademik UGM (RSA). Jenazah ada tiga, dengan jenis kelamin laki-laki. Salah satu jenazah sebelumnya terlibat percekokan dan kemudian menjadi korban pembacokan, sedangkan dua jenazah lainnya tewas diamuk massa, yang merupakan rekan dari pembacok yang kabur (tapi sekarang sudah tertangkap). Pada saat saya di stase forensik, saya ikut melakukan otopsi ketiga jenazah tersebut.

Sudah diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) Nomor 8 tahun 1981 Pasal 133 ayat (3) yang berbunyi: “Mayat yang dikirim kepada ahli kedokteran kehakiman atau dokter pada rumah sakit harus diperlakukan secara baik dengan penuh penghormatan terhadap mayat tersebut…”. Sikap penuh hormat kepada jenazah/mayat sudah diatur pada KUHAP tersebut menunjukkan betapa pentingnya menghormati jenazah.

Hal tersebut–menghormati jenazah–sebenarnya, jika dilakukan dengan benar, sudah cukup untuk menghapuskan paradigma di kalangan mahasiswa kedokteran bahwa Ilmu Kedokteran Forensik adalah tempat bagi dokter yang tidak mau berurusan dengan pasien hidup, dan tidak perlu memperhatikan kode etik yang berlaku, karena pasien yang dihadapi sudah mati.

Namun, ketika terjadi pada suatu waktu dokter forensik/residen forensik tidak memperlakukan jenazah dengan penuh hormat pada saat otopsi, menjadi suatu pertanyaan besar di benak saya pribadi, “apakah terlalu sering berhubungan dengan orang/benda mati akan mematikan nurani?” Bahwa pasien yang sudah mati pun memiliki hak untuk tetap diperlakukan dengan baik dan penuh hormat, pun dalam hukum Islam dijelaskan pula (namun tidak akan saya bahas lebih lanjut).

Semua pasien adalah sama dan berhak untuk mendapatkan perlakuan yang sama, baik pasien yang masih dapat menyebutkan nama, pasien yang sudah lupa nama, maupun pasien yang hanya tinggal nama.

Begitulah kira-kira tugas yang saya kirim ke email tim perilaku profesional.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s