Empat Syarat Wanita Masuk Surga

Barusan pulang💖 Belum ganti baju, belum bersih-bersih, belum ngapa-ngapain, langsung buka Snapchat. Biasanya kan isinya Snapchat banyak yang ngga penting ya, tapi alhamdulillaah hidupku jadi lumayan berguna sekian detik karena membuka Snapchat yang isinya ceramah (uploaded by Carissa.Puteri). Dan aku bagikan di sini supaya isi blog ini ada manfaatnya juga bagi pengunjungnya, insya Allaah.

Ceramahnya tentang pernikahan gitu. Dan ada yang menarik yaitu 4 syarat wanita masuk Surga:

  1. Sholat lima waktu
  2. Puasa Ramadhan
  3. Tidak untuk dirinya kecuali hanya untuk suaminya
  4. Taat (pada suami)

Kelihatannya gampang ya? Padahal begitu dijalanin.. subhanallah. Kalau boleh jujur poin nomor 4 ini lumayan susah buatku (susah banget sih btw). Menjadi patuh berarti seutuhnya kita untuk orang yang kita pasrahkan. Sama seperti orang minta izin, dia ngga boleh punya kecenderungan atau keinginan untuk diizinkan. Namanya meminta izin ya pasrah, opsinya dua: diizinkan atau tidak. Dan ketika tidak diizinkan pun harus mengikuti, harus patuh (taat). Contoh taat:

Me: Mas, besok adek mau pergi sama si A boleh ngga?
Mas: Tidak, dek.
Me: *patuh*

Contoh tidak taat:

Me: Mas, besok adek pergi sama si A lho, udah janjian nih, maaf baru ngabarin.
Mas: ^*@#)%@&$*@EN+@#(*Yr21

Dan memang di situ letak kesulitan taat: pasrah.

Dan yang menghalangi kepasrahan adalah ketika kita memiliki keinginan.

Boro-boro pasrah, waktu TONTI aja sampai dimarahin kakak tingkat (sampai turun paket paling banyak diantara yang lain) gara-gara ngga taat ._.v

Tapi, kembali lagi, manusia kan berproses. Kalau niatnya baik, dijalanin dengan baik, dibimbing dan dituntun dengan baik, insya Allaah hasilnya pun akan baik. Dan karena proses itulah manusia bisa berubah, entah ke arah yang baik, entah ke arah yang buruk. Tinggal kemauan si manusia itu sendiri dan faktor pendukungnya: orang-orang terdekat di sekitar, etc. AND the last but not least, menuju pribadi yang taat itu membutuhkan kesabaran extra, kalau kita berbicara suami dan istri, berarti kesabaran dari sang istri menerima dhawuh-an sang suami, dan sang suami juga sabar menghadapi istri yang mungkin masih rebel-rebel dikit (contoh rebel: AGUSTINA, huft).

Yaudah segitu dulu aja. Semoga tulisan ini bermanfaat. Mohon maaf kalau ngga bisa mencantumkan ayat-ayat pendukung dan kalau ada yang salah dan kalau ngga mencantumkan penceramahnya (because I don’t know, padahal kalau tau pengen dateng dengerin ceramahnya deh suatu saat, adem  ceramahnya ._.v).

See you!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s