Dua & Delapan

Minggu yang cerah, Minggu yang bungah. Mungkin ini juga yang membuat induk kucing melahirkan bayinya di depan pintu rumahku pagi tadi, yang kemudian ditinggal pergi. Dasar kucing. Setelah itu, debaynya dicarikan Mbak Jum box sepatu sama kain buat menghangatkan tubuh mungilnya.

Tapi sebenernya waktu itu induknya baru ngelahirin satu kucing, terus karena kaget lihat Mas Yudha yang dateng mau menjemput buat Minggon (ihir), si induk langsung lari ngibrit ngga tau kemana. Nah malamnya waktu aku pulang, aku denger ada suara anak kucing di depan pintu, padahal box sepatu yang tadi aku taruh di dekat pot bunga di depan pintu lainnya.

“Kucingnya udah bisa jalan keluar sendiri(dari box) mungkin, dek.” Kata Mas Yudha polos.

Setelah aku cek, ternyata ada 1 debay lagi di pojokan tembok, ngga tau tujuan hidupnya apa ndusel-ndusel tembok gitu.

Sejujurnya dulu aku sempat takut sama kucing, setakut itu. Karena waktu SMP pernah ada kucing malang yang ditinggal induknya, terus aku sama Titha (pecinta kucing sejati) berinisiatif untuk merawatnya dengan penuh kasih sayang. Tapi ya gitu, kasih sayang tanpa logika dan ilmu kan jadinya bego, bayi kucingnya dikasih susu Frisian Flag hangat, diplastikin, dikasih sedotan. Kebegoan yang cuma mempercepat kematian debay kucing aja ngga sih. :(

Semenjak itu aku jadi takut kalau lihat kucing. Takut tiba-tiba kucingnya beranak lagi dan terus anaknya ditinggal lagi. Tapi, Allaah mengujiku lagi dengan menghadirkan si Pitiks dan si Unyil ke hidupku (di kampus ketemunya). Lagi-lagi gagal merawat bayi kucing Unyil, he’s gone. Dan sekarang dipertemukan lagi dengan bayi kucing yang dilahirkan di depan pintu rumah. Why, Lord. Why.

Barusan aja aku konsultasi ke Titha, dia menyarankan untuk ngasih lampu penghangat biar debay ngga kedinginan. Aku langsung nyuri senter besar punya papi dan aku taruh di box bayi (wkwk). Waktu lagi memasang posisi yang pas, I swear I heard another kitten meowing not far from my house, but far enough for me to walk and search the poor kitten in this cold night. Tiba-tiba aku dikejutkan oleh papi yang juga terkejut oleh perilaku ngga wajarku.

“Itu tadi udah ditemukan kok ibunya, ngga jauh dari sini, dek. Ibunya ngelahirin 2 atau 3 anak tadi. Terus yang 1 ini tadinya di tengah jalan, lalu sama pemuda dimasukkan ke teras rumah kita. Sudah kamu tenang saja, tidur.” Kata papi menenangkan aku (haha he knows me so well).

Thank God! Padahal tadi udah sempet minta tolong Mas Yudha buat menjemput debay dan dibawa ke IGD RSH besok pagi. Tapi, sepertinya besok induknya akan datang ke teras untuk ngelonpara debay.  Jadi bisa tidur tenang malam ini. ;) Tapi untuk yang mau adopt atau mau kasih saran harus gimana, tolong banget feel free to leave a comment, that would help so very much!

Ngomong-ngomong, nama kucing-kucing ini adalah Dua (yang ditemukan duluan) dan Delapan. Nama Dua & Delapan sesuai dengan tanggal kelahiran mereka, dan tanggal 2-semester-lebih-1-bulan-nya aku dan si Mas hehehehehe ehehe ehe ehe he. Kalau yang satu lagi ketemu namanya jadi Agustus. ;)

Anyways, you can click here for a video I took a second ago. And here are some pics of them. Thanks for reading, and please suggest me what to do.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s