Seneng Ga?

*di tengah chat*
Mas: Adek seneng ga hari ini
Me: Seneng. Mm ya biasa ajasi. Why
Mas: Kenapa
Me: Soalnya kita baik2 ajahihihi
Mas: Iya kita baik2 ajaa hehe seneng yah. Ada lagi ga
Me: Umm soalnya kamarnya rapi (?) Liburan (?) Mm hbs sun2 mami (?)
Mas: Wkwkw yaa udah deh
Me: Napasii mas seneng gaaa
Mas: Mas seneng tp jg sebel wkwk
Me: Knp sebel kasitau cepat now detik ini
Mas: Adek lupa sesuatu inget ndaak siii (kynya blm pernah inget hehe)
Me: Inget dong pakai merah kan? Udah inget ko skrg wek tp kan adek is at home blm keluar kl nanti keluar pakai merah-merah
Mas: Baru inget apa udah inget si gendut klo br inget itu lah yg bkn sebel huhuhu

Dulu aku yang ngusulin pakai baju merah setiap tanggal 28. Tapi selalu aku yang kelupaan. Ini udah inget cuma kan ngga keluar rumah jadi ngga pakai baju merah hahaha *ngeles*

“Mas sebelnya karena adek tidak menyebutkan hari ini hari apa” hahahaha gemesin banget ngga sih uuuu :p

Selamat tanggal 28 ya, Mas! Adek seneng :) Sing sabar ya ngladeni cah cilik :p

Advertisements

We’ll Surely Miss You, Kamilah

IMG_3367.JPG

We are currently sad as the time flies to bring us to August so fast. It is too fast that we have to face the fact that we’ll officially say goodbye to Kamilah, because she’s getting married and she has to join another coass group. And that’s the sad part of her being married. But don’t get us wrong, we’re happy for her, but sad at the same time.

We’re so sad because she’s our favourite. She’s the bravest one, the funniest, the luckiest and the koplakest one amongst us. If you don’t know her, you can go to this post to read a glimpse about her.

Before she say an official goodbye to us, we made a surprise party for her. It was a combo party actually because we merged her birthday party (it was on May), farewell party, break fasting party, her bridal shower and after-final-exams party all in one. We chose @thecoupleideas for the table planner (because we were all busy with the crazy exams) and we wanted to make it perfect and it did! Thank you Kak Dipus who arranged it all!

**

Bakal ngga ada lagi yang berani nekat menghalalkan berbagai macam cara biar kehidupan dek koas nyaman, ngga ada lagi yang berani berdiri dan membela kaum lemah tak bersalah di kehidupan 15106, bakal ngga ada lagi yang ngajakin belajar kelompok bareng dan membahas semua materi dengan cepat dan singkat, ngga ada lagi yang bisa dikonsulin tentang kehidupan percintaan dek koas (read: me), ngga ada lagi yang ngomongnya nyablak sekenanya. Bakal super sepi 15106 tanpa Kamilah. :(

Semoga persahabatan kita ngga berhenti di koas aja ya, semoga anak-cucu kita juga bisa koas bersama dan sekelompok (maksa tapi aamiin) hahaha. We love you, Kamilah! Semoga lancar menempuh hidup baru bersama Fikri dan semoga impianmu untuk jadi dokter yang bisa tetep ngurusin suami dan anak-anak sambil kerja tercapai (terutama part dimana kamu bisa ngeteh sambil makan gorengan di teras bersama keluarga dan tetangga setiap sore) aamiin.

By the way, bersyukur dan bahagia banget bisa satu kelompok koas sama Kamilah, Sondang, Bila, Githa, Linda, Nisa, Kak Dipus, Reinhart, Toro, Fahmi, Bayu. Anak-anaknya asik dan mau diajak ke segala arah (read: belajar bisa, main bisa, bolos bisa, rajin bisa, beramal bisa, semuanya bisa!) :”) acara ini ngga akan sukses kalau bukan karena kerja tim kita yang super kompak, guys! Salute! :*

Until we meet again! Love from 15106💞

FullSizeRender 4

*di jalan mau beli pepaya malem-malem. Si mas nyetirnya kebablasan, ngga lihat ada toko buah pinggir jalan*
Me: Parkir di sini ajalah, mas jalan kesana daripada muter.
Mas: Apaan, ga mau, nanti adek diculik.

🌸

*cerita habis makan di Roaster & Bear*
Me: Nyesel deh ngga pesen Chicken Marryland. Besok kalau kesana mau pesen itu aja aah.
Mas: Kalau chicken marryme?

🌸

*random conversation sambil nunggu buka puasa*
Mas: …makanya mas tanya ‘kalau mas aja ga masalah sama adek yang biasa (ga dandan) terus kenapa adek dandan?’ Buat siapa gitu lho…

🌸

Makasih Mas. :’) #maapgapenting #lagiBaja #berbungabungamaksudnya #🌸🌸  #pret

 

Sahabat Sehat Dunia-Akhirat

card.png

Berawal dari chat biasa akhirnya menjadi act yang rasanya luar biasa. Berawal dari obrolan tanpa isi akhirnya menjadi gerakan penuh arti. Berawal dari “sibuk sendiri-sendiri” bisa menjadi “berhenti memikirkan diri sendiri”.

Alhamdulillaah, Ramadhan tahun ini bisa melakukan hal lebih untuk orang-orang di sekitaran yang membutuhkan. Berangkat dengan niat yang sama, 19 mahasiswa gabungan program studi pendidikan dokter, teknologi pangan dan hasil pertanian, teknik sipil dari Yogyakarta bersama Jajan Pahala, Minggu 26 Juni 2016 membagikan 182 paket sembako. Donasi yang digalangkan hanya melalui media sosial dan getok tular, dikumpulkan ke pusat dan dibagikan ke 5 Kota: Bandung, Bogor, Jakarta, Bekasi dan Yogyakarta. Donasi tersebut dapat dibelanjakan sembako untuk dibagikan ke 7 titik daerah di Yogyakarta. Selain itu ada 2 panti asuhan yang kami kunjungi untuk bersilaturahim juga membagikan sembako.

  1. Dalam kota A: Sekitar Kraton Yogyakarta oleh Nova dan Delia
  2. Dalam kota B: Sekitar Gembiraloka oleh Fiko dan Qia.
  3. Daerah utara: Jalan Magelang, Jalan Palagan, Jalan Kaliurang, Condong Catur oleh Afif dan Anditta.
  4. Daerah Timur A: Jalan Seturan, Maguwohardjo oleh Yohan dan Inez.
  5. Daerah Timur B: Jalan Wonosari dan Jalan Imogiri oleh Mas Yudhanto dan saya.
  6. Daerah Selatan: Jalan Imogiri, Bantul, Parangtritis oleh Fuad dan Dhani.
  7. Daerah Barat: Jalan Kabupaten, Jalan Godean, Jalan Wates oleh Arda dan Reisha.
  8. Panti Asuhan: Al Lathiif di daerah Kalasan dan Al Falah di daerah Gedong Kuning oleh Ridhwan dan Mita.

Persiapan kegiatan ini dilakukan dari hari Jumat dan Sabtu. Mulai dari survey harga sembako dari ujung ke ujung, untuk berburu harga termurah, berbelanja, hingga packing dan memuat sembako ke mobil. Lelah tapi terbayar sudah dengan senyum bahagia penerima sembako, semoga berkah. :”)

jajan
Tim Yogyakarta

Terima kasih kepada saudara-saudariku yang mau berbagi nikmat kepada mereka yang membutuhkan, dan terima kasih sudah mempercayai kami untuk menyalurkan nikmat tersebut. Insya Allaah jika ada umur panjang semoga di lain kesempatan masih bisa melakukan aksi bersama lagi, aamiin.

Segala yang kami usahakan tidak dapat terlaksana jika tanpa seizin Allaah. Alhamdulillaah saya sangat bersyukur dipertemukan dengan orang-orang hebat berhati sehat seperti mereka. Semoga lingkaran ini terus terjaga dan semoga kegiatan di dalam lingkaran ini bisa menyelamatkan kita di akhir zaman, aamiin.

Terima kasih juga untuk Mbak Cancan, Laras dan Pridi yang ikut membantu persiapan kegiatan, namun berhalangan hadir di hari H kegiatan. Mohon maaf jika ada hal yang tidak berkenan saat persiapan maupun kegiatan.

S__130064387.jpgTidaklah sedekah itu mengurangi harta – Rasulullah SAW

A Weird Dream

I had a weird dream last night. I was in the middle of the crowd, somewhere creepy. It was in the middle of night. Suddenly I was pushed to do something I thought I couldn’t do, but I did it. It was not that hard after I did it, not as hard as I thought before (maybe because it was a dream). But when I did what I was told to do so, I hurt myself, got injured on my face, it was (in that dream) awfully painful. The blood was covering my face and dripped to the ground. But when I asked for help, no one answered, no one responded. And they said,

“I see nothing. Honey, you’re fine, Don’t go too far in small.” and they continued their activities.

But (I thought) it hurt, and I thought that the pain was real. But no one could see it…

Thank God it was just a dream, but somehow it feels just as real as the pain right now.

IMG_2658.JPG

He is the most patience guy in my circle, who cares to give an advice or two of my rebel behaviour, who spends his time to make sure I’m in a good mood everyday, who follows my drama each time with no complain at all. He is aware that he’s dating a five year old girl who trapped in a 20-ish year old body.

Kalau mereka bilang “kesabaran itu ada batasnya”, ku rasa Mas Yudha ini sabarnya ngga ada batasnya. Mau digimanain juga tetep sabar, tetep nerimo, tetep “mas sayang adek” gitu.

I’m sorry for being so childish and selfish and all. Every girl wants to be a princess, or treated like one. I know, terlalu muluk bagiku untuk menjadi “princess”. Lha wong cuma rakyat jelata je, minta di-princess-in. Kan malah diketawain sama ayam.

Thank you. Thank you. Thank you.

Oh, foto di atas diambil waktu dateng ke Artjog 2016 kemarin. Harap maklum ya hasil fotonya ngga bagus, udah keder duluan jalan sama seniman ke tempat seni. Syukur itu fotonya masih bisa dibedain mana mata mana hidung, jadi ngga jelek-jelek amatlah, walau kalau dibandingin hasil jepretan si Mas……. jauh.

Tapi sebagai manusia kita harus selalu ingat, “jangan cuma lihat ke atas, tapi juga lihat ke bawah”. Kadang, kita berfikir kita berada di posisi terendah, kita yang terbawah, kita yang paling ngga bisa apa-apa. Itu karena kita terus melihat ke atas, melihat orang yang jauh lebih bisa dari kita, tanpa pernah kita melihat ke bawah untuk memotivasi diri. Bahwa masih ada orang yang masih kesusahan untuk berada di posisi kita sekarang, dan bahwa kita ngga (di bawah) sendirian.

IMG_2645.JPG

Makasih untuk mas-mas yang udah ngefotoin kami berdua, berkatmu aku jadi semangat dan ngga minder lagi dalam bidang seni fotografi. ;)