Taukah Kamu?

Mengorek kotoran telinga dengan cotton bud itu sebenarnya tidak baik.

Telinga.
Telinga dibagi menjadi 3 bagian, yaitu telinga luar (outter), tengah (middle) dan dalam (inner). Kotoran telinga (serumen), dihasilkan di bagian telinga luar.

Image - Anatomy of the Ear(1)

Telinga luar terdiri dari daun telinga (auricle/pinna) dan liang telinga (meatus acusticus externus) hingga gendang telinga (eardrum/membrana timpani). Sepertiga luar dari liang telinga disusun oleh tulang rawan dan terdapat banyak kelenjar serumen (yang menghasilkan kotoran telinga) dan kelenjar keringat. Sedangkan dua pertiga bagian dalam liang telinga terdiri dari tulang dan sangat sedikit kelenjar serumen.

Kotoran Telinga.
Kotoran telinga (serumen/earwax) terdiri dari lemak (lipid), karbohidrat, protein, lysozyme, immunoglobulin, dan komponen utamanya adalah keratin. Namun pada beberapa orang, ada yang kandungan lemaknya lebih banyak sehingga serumennya lebih empuk/lembek, sedangkan pada orang yang kandungan karbohidratnya lebih banyak, serumennya lebih padat. Serumen sebenarnya adalah bentuk pertahanan tubuh dari mikroorganisme atau hewan yang bisa mengakibatkan kerusakan di telinga tengah atau dalam. Fungsi proteksi dari serumen:

  1. Bau
    Bau Serumen tidak disenangi oleh serangga, sehingga menghalangi masuknya beberapa jenis serangga ke dalam liang telinga.
  2. Struktur
    Struktur serumen yang lembek (karena terdiri dari lemak), menyebabkan terjebaknya partikel debu atau partikel kecil lainnya di liang telinga. Sehingga telinga bagian tengah dan dalam terlindungi.
  3. pH
    Kandungan asam lemak di dalam serumen menyebabkan pH serumen asam, berkisar antara 4-5. Mikroorganisme banyak yang tidak tahan asam, sehingga sudah mati sebelum masuk lebih dalam lagi.
  4. Kelembaban
    Kelembaban sangatlah penting di liang telinga. Kalau terlalu kering (biasanya terjadi pada orang tua), bisa menyebabkan keluhan gatal. Hal tersebut sama dengan yang terjadi di kulit kita, kalau kering akan terasa gatal.
  5. Kandungan
    Lisosim (lysozyme) adalah anti bakteri yang dapat merusak dinding sel bakteri.

Pada hakikatnya, serumen ini bisa keluar sendiri dari liang telinga melalui gerakan rahang (mengunyah, berbicara). Hal ini terbukti saat kita selesai mandi, lalu kita usapkan handuk ke liang telinga, kita bisa melihat serumen kekuningan di handuk.

Nah, dengan penggunaan cotton bud, nantinya ada sebagian serumen yang terdorong ke dalam. Padahal, di bagian yang lebih dalam dari 1/3 luar liang telinga hanya sedikit teradapat kelenjar seruminosa, sehingga menyebabkan serumen mengeras dan sangat susah diambil. Selain itu, kalau sudah di 2/3 dalam liang telinga, gerakan rahang tidak terlalu bisa mengeluarkan serumen dari liang telinga. Alhasil serumennya tertumpuk di 2/3 dalam liang telinga dan mengeras di sana.

Lalu, apa yang harus kita lakukan untuk membersihkan telinga?

  1. Jangan Membersihkan Sendiri
    Meskipun dengan cotton bud, atau ear prick, atau lidi, tetap jangan. Yang ditakutkan dari penggunaan cotton bud adalah nanti serumennya terdorong ke dalam. Dan kalau dengan lidi atau ear prick, nanti bisa melukai liang telinga dan jadi tempat masuknya mikroorganisme (infeksi). Solusinya adalah datang saja ke pelayanan kesehatan terdekat untuk rutin membersihkan telinga setiap 6 bulan sekali. Bagi ibu-ibu yang anaknya masih kecil, tidak perlu takut membawa anaknya ke pelayanan kesehatan. Takut anaknya rewel, atau menangis di dalam ruang periksa. Prosedur ini hanya membutuhkan waktu 5 menit untuk membersihkan kedua telinga. Nangis sebentar tidak apa-apa, ketimbang harus mengobati nantinya. ;)
  2. Bersihkan yang Terlihat Saja
    Kalau ada serumen yang tampak, boleh diusap dengan tissue atau handuk. Tapi jangan dikorek-korek sampai dalam, nanti tidak ada bedanya dengan penggunaan cotton bud.
  3. Tidak Perlu Minta Temannya Membersihkan
    Ya, kecuali kalau teman yang diminta membersihkan serumen Anda adalah petugas pelayanan kesehatan. Kalau bukan, sebaiknya jangan. Serahkan pada ahlinya. ;)

Terlihat sepele memang, membersihkan kotoran telinga. Tapi bahkan membersihkannya pun ada ilmunya. Dan perlu diingat, bahwa kotoran telinga pun ada fungsinya, ada manfaatnya. Jadi betul, ‘kan, kalau di dunia ini ngga ada yang sia-sia? Ngga ada yang terbuang percuma? :)

Semoga bermanfaat dan tetap sehat! ;)

photo1
photo2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s