Semester 1

“Dek, ga kerasa ya udah mau satu semester aja asmara kita, kasih sayang kita.”

Kata orang, kalau udah berhasil melalui KKN tanpa cinlok, dan masih bertahan sama pasangannya, itu berarti hubungannya udah kuat. Karena baru aku yang udah KKN, berarti aku yang udah lulus ujian semester gasal (November-Desember 2015). Tinggal dianya aja gimana nanti ujian semester genapnya, KKN periode Februari 2016.

“Kalau udah saling tau kita sama-sama pingin bareng, tapi terus memilih mendua, berarti kebangetan.”

Sama aja kaya masa kuliah S1, semester 1 ya untuk orientasi dan adaptasi. Masih seneng-senengnya, masih banyak kepinginannya, masih semangat “ubyang-ubyung“, masih seneng bikin janji-janji untuk masa depan yang lebih indah, tapi juga banyak belum taunya, masih banyak salah pahamnya, masih belum ngerti “slah-slahan“nya, masih sering konsultasi ke senior tentang ini-itu.

Semester 1 itu dibilang berat juga engga, dibilang ringan juga engga. Pikirannya masih seneng-seneng, unyu-unyuan, ga mau mikir jauh-jauh. Apa yang ada di depan dihadapi dulu. Apa yang belum pas satu sama lain dipas-pas-in dulu. Namanya juga adaptasi dan orientasi. ;)

FullSizeRender-2

Me : Mas, sebenernya kita genap satu semester tanggal berapa sih?
Mas : Kemarin.
Me : Sumpah?
Mas : Iya. Tapi kemarin malah cekcok. Terus aku mbatin, ‘iki mesti lali bocah e..’
Me : Sumpah? Lho bukannya awal bulan ya itu?
Mas : Pret. Orang itu aja mas (nembak) malah diajak TTM-an sama adek.
Me : Masa sih? Hahahahahaahahahaha.
Mas : Bahkan mas masih inget tanggal mas nyusulin adek ke Klaten, 150615. Tanggal cantik lho itu.
Me : Sumpah? Hahahaha, yaudah kita jadiin tanggal jadian aja yuk!
Mas : Emooh.
Me : *masih ngakak*

I forgot all of the dates of our moments, but he’s fine with it. I’m so so so so very sorry. :( But I still remember the moments though! #pembelaan

Satu semester ini ngga akan berjalan kaya gini kalau ngga ada rasa sayang dan sabar. I admire his patience of taking care of me, of handling my anger, of controlling my mood swing, of following my tempo, of my jealousy, of my childish wishes, and all. I just can’t thank him enough. We can’t make it this far if he’s not THIS patient, I believe.

Semoga kami bisa lulus ujian semesteran ke depan dan seterusnya, sampai diwisuda. Allahuma aamiin. :”)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s