Penarikan

Kemarin, 31 Desember upacara penarikan. Ya, penarikan segala beban di pundak. Ngga kaya yang lainnya, kalau boleh jujur porsi senengku lebih banyak daripada sedihku. Most of all karena dengan berakhirnya upacara penarikan KKN ini, berakhir juga segala tugas, tanggungjawab, dan segala beban dan ke-baper-an yang selama 2 bulan ini bertengger di pundak dan mengendap di dada (baper: bawa perasaan, makan ati).

IMG_6175

Memang iya, setiap momen itu pasti ada suka dan ada duka. Ada tangis dan tawa. Ada solid dan kecewa. Ada semuanya. Ngga dipungkiri, I had a great 2 months with them. Yang paling kerasa sih sub unitku sendiri, sub unit 1 Dusun Banyunganti Lor.

Setiap pagi udah kecium aroma Top Coffee punya Kamilah yang terus ditinggal pergi buat telponan di pojokan. Ngedengerin Ryna sama Rimang ribut, entah Rimang kehilangan rokoknya, Rimang protes pas mau boker airnya habis karena dihabisin Ryna, atau ngeributin hal-hal ngga penting lainnya. Diteriakin Bu Jiah buat sarapan,

“Tin, kae ayam e wis mateng, gek sarapan sek kono, kancane diajak maem.” Atau, “Kono do sarapan sek, mumpung anget kae segane. Ben iso kuat le njalanke program ki. Kono gek podo maem kabeh.”

Sarapan bareng sambil mengejek satu sama lain. Peditox-nya Mba Lusi, Yasfi ngegandeng tangannya Rimang pas tidur, morning glory-nya Yasfi, dan masih banyak lagi (beberapa adalah dagelan sub unit yang ngga boleh diketahui dunia luar, sorry). Selesai sarapan semua orang ribut saling menyuruh mandi, atau rebutan kamar mandi. Selesai ngerjain program atau rapat, balik ke pondokan buat nonton film bareng. Belakangan mereka teracuni film-film India yang terkumpul di hardiskku, you’re welcome. :)

Tidur larut malam cuma buat review kegiatan seharian, sama mikirin buat ke depan. Biasanya yang tersisa tinggal aku, Rimang sama Yasfi sih soalnya para ceciwi udah pada klipuk (tertidur). Hampir setiap hari Rimang sama Yasfi tidur dini hari cuma untuk menenangkan aku. Otak yang selalu meletup-letup, yang ngga bisa tidur kalau letupannya belum disalin jadi tulisan atau diskusi. Yasfi yang selalu mendengarkan dan memberi respon positif, dan Rimang yang sering menyela dan lumayan kontra. Dari mereka berdua, aku bisa melihat dua kubu sekaligus, jadi ketika difloorkan ke rapat unit udah lumayan kuat konsepnya.

Waktu-waktu senggang biasanya dipakai buat curhat, bikin kerajinan tangan (nyampah), nonton film, atau peeling dan maskeran bareng. Like seriously, beli seperangkat bahan peeling-masker, dan saling apply bergantian.

Jiah Beauty Center – Yasfi, 2015

Pernah (sekali doang, habis itu kapok) aku bantuin Kamilah masak ayam fillet, yang ada menghancurkan komposisi. Terus kepikiran buat ngerjain Rimang sama Yasfi. Aku masukin bawang merah (yang bahkan ngga aku kupas) ke dalam adonan. Terus digoreng dan aku jadikan satu sama ayam fillet lainnya. Sekali gigit si Rimang langsung sadar, “Setan..” kata Rimang sambil memuntahkan bawangnya. Yasfi sih yang lumayan oon, doi masih belum sadar sama apa yang terjadi, masih ngunyah. Terus sama Kamilah ditanyain, “Yas, kamu tau ngga yang kamu makan itu apa?” Terus dia lihat ke Rimang, dan baru sadar. That morning I laughed very hard, even that was the hardest laugh in 2015, I think.

- minus Kamilah dan Dhika - janjian dresscode pakai batik seragam ANGKLUNG. but turned out cuma aku sama Yasfi yang pakai. - tolong jangan salah paham. :)
– minus Kamilah dan Dhika
– janjian dresscode pakai batik seragam ANGKLUNG. but turned out cuma aku sama Yasfi yang pakai. kampret.
– tolong jangan salah paham. :)

Siklus yang begitu terus selama 2 bulan. Ya wajar kalau pulang dari KKN rasanya langsung kaget dan sepi dan kangen. But I’m happy. Meskipun frekuensi kami bertemu ngga sering lagi, meskipun ngga bisa terulang lagi, tapi paling ngga we’ve made the best memory.

“Jangan lupa dicek lagi. Jangan sampai ada yang ketinggalan di Sentolo, di Desa Kaliagung.”

Waktu pulang sepertinya semua barang udah lengkap, udah double checked. Tapi rasanya kaya ada yang ngga lengkap. Baru sadar setelah sampai di Yogya..

that I left my heart there..

(and I don’t mind). Maaf dan terima kasih, Desa Kaliagung. :)

One thought on “Penarikan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s