Don’t Try This at Home

Barusan aja sampai rumah, after a very short and quick trip to Jakarta. It was great! I will tell you later (semoga ngga mengendap di draft, aamiin). Capek banget. Waktu landing udah ngebayangin senyuman papi, pelukan mami, dan hangatnya air di kamar mandi.

Anyway, I want to share few things about “the do and the don’t” of welcoming someone at home. Karena banyak banget di luar sana yang masih ngga ngerti gimana cara membuat orang lain nyaman ketika sampai di rumah, dari bepergian (baik jauh maupun dekat, baik lama maupun secepat kilat). It’s so very important (for me), karena kita pulang ke rumah itu untuk mencari kenyamanan, ketenangan, dan istirahat dari segala penat. Betul? Nah, kalau sampai rumah kok yang ditemui hal-hal yang ngga menyenangkan, bisa-bisa suatu saat nanti pulangnya ke rumah yang lain (?). Terutama untuk Anda yang bersuami/istri, jangan biarkan pasangan Anda menemukan kenyamanan di rumah “yang lain”. ;)

Don’t:

  • ASK ANYTHING
    Termasuk juga tentang apa yang dialami/ dirasakan pasangan/ family members Anda selama seharian di luar rumah. Just keep quiet. Biarkan mereka tenang dan menikmati kenyamanan rumah dulu, baru cari saat yang tepat untuk bertanya, saat makan malam misalnya.
  • Try to be funny
    Mungkin maksudnya baik, mau menghibur. Tapi kembali lagi, harus ngerti waktu. Sedih juga kan kalau udah ngelucu tapi ngga diketawain.
  • Ask for ANY suggestions
    Orang capek ditanyain saran/ ide brilian? You’ve got to be kidding me.
  • Ask about kinds of drinks or foods they want to have
    I know, that’s how you show them that you care. But I found it annoying when they ask so many things. “Mau makan malam apa? Mau telor ceplok? Atau mau dibikinkan mie goreng aja? Atau mie rebus? Pakai telor ngga? Cabainya berapa? Minumnya mau susu atau sirup? Mau pakai es atau hangat aja?” Goodbye.
  • Make them jealous/ start a war
    Do you have any plans of getting divorce or break up or moving out? Because that’s the result if you dare to do that. Because this one is no fun at all. Your spouse needs your comfort, your hug, not your drama.
  • Tell them your stories
    Kembali lagi, ngerti waktu. Kan lebih enak kalau ceritanya ditanggepin dengan penuh perhatian kan. ;)
  • Break any badnews
    Pasti ada waktu yang lebih baik dibanding ketika pasangan Anda baru masuk rumah dan mengucap salam. Atau kalau memang darurat, ya sampaikan baik-baik.
  • Ask them to do things
    Like seriously.

Kenapa kita harus menghindari hal-hal di atas? Sebenernya itu wujud perhatian kita pada pasangan/ family members. Ngga ada yang tau apa yang dia alami selama berada di luar rumah, yang membuat dia lelah, seberapa besar bebannya bertambah. Ngga ngerti juga kan apa yang paling dia butuhkan ketika masuk rumah. Jadi, pepatah bilang “diam itu emas” adalah sangat tepat dalam konteks ini. Give them some space to breathe, to think, and to calm down.

Do:

  • Avoid all of the points at “the don’t”
    Obviously.

Hal-hal kecil di atas mungkin terlihat sepele. Tapi dikit-dikit lama-lama jadi bukit, kan? Jadi, yuk kita belajar memahami pasangan/ family members di rumah dengan ngga melakukan hal-hal yang annoying, right after they get home.

Put a smile on your face, open the door for them, stay quiet, and make them a cup of tea. Perfecto!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s