Make It with You

– Bread –

Hey, have you ever tried, really reaching out for the other side.
I may be climbing on rainbows..
But baby, here goes..

Dreams, they’re for those who sleep,
Life is for us to keep,
And if you’re wondering what this song is leading to..
I want to make it with you.

I really think that we could make it, girl.

No, you don’t know me well.
In every little thing only time will tell.
But you believe the things that I do,
And we’ll see it through.

Life can be short or long,
Love can be right or wrong.
And if I chose the one I’d like to help me through,
I’d like to make it with you.

I really think that we could make it, girl.

Baby, you know that dreams, they’re for those who sleep,
Life is for us to keep,
And if I chose the one I’d like to help me through,

I’d like to make it with you,
I really think that we could make it, girl..

I’d like to make it with you.

**

I didn’t know this song until he sent me a message on facebook of a youtube link. Well, touching. Thanks. ;)

“Karena bagus dan mewakili hehehe.” He said.

Advertisements

Bagus

Hi! I’ve been suffering from a mild cold lately. It’s because I’ve been spending 3 days of my holiday at home, I believe.

By the way, today’s pretty much special for me. :)

IMG_3036

This picture doesn’t represent all of my happiness today, but still. :)

Anyways,

Kata ‘bagus’ itu punya arti berbeda kalau pengucapannya diulang. Contoh pengucapan satu kali:
“wah tempatnya bagus!”, yang memiliki arti benar-benar bagus. Kalau dua kali jadi:
“iya tempatnya bagus… bagus..”, yang berarti meragukan kata bagus yang diucapkan pertama kali. Kalau tiga kali jadi:
“iya iyaaa tempatnya bagus kok.. bagus.. bagus..”, berarti ngajak berantem.

Esensi dari post ini sebenernya ngga ada. cuma pingin post aja. Ha ha ha. Makasih ya udah meluangkan waktu untuk membaca hingga titik terakhir. Maaf merepotkan.

Gemuruh Gaduh Hatiku Mengaduh..

Berani mengadakan pertemuan dengan orang baru, juga harus siap dengan kemungkinan perpisahan yang menyisakan pilu. Sekarang bisa memilikimu, juga harus siap dengan risiko nanti kehilanganmu.

Bahasan tulisan ini sebenernya sangat luas, karena pertemuan itu ngga melulu soal “aku ditambah kamu sama dengan penghulu”. Bisa jadi pertemuan persahabatan, sejawat, rekan kerja, dan lain sebagainya. Tapi, tulisan ini akan saya kerucutkan hanya membahas tentang pertemuan dan perpisahan dua insan yang memadu kasih. *benerin kerah*

Setiap orang datang ke kehidupan kita itu bukan tanpa alasan, pasti ada maksud dan tujuan. Mereka pasti akan memberi manfaat pada kita, apapun dan sekecil apapun itu. Mereka pasti akan memberi pelajaran buat kita. Tergantung kita aja menyikapinya gimana, bisa memaknai kehadiran dia atau ngga. Dan ketika kita berpisah, berarti kebermanfaatan orang tadi dinilai sudah habis atau disimpan untuk lain waktu.

Nah, biasanya perpisahan ini yang bikin ‘nyesek’, bisa sampai mempengaruhi kesehatan dan karir kita (for some people, sih). Dan ngga jarang ada yang menyalahkan Allaah atas pertemuan yang dulu disyukuri. Biasa kan, manusia kalau udah kepentok dan belum bisa legowo, kerjaannya nyari kambing hitam, kalau ngga nemu siapa yang bisa disalahkan, terus menuding Allaah karena dulu udah mempertemukan sama si dia.

Sebenernya, semua kembali pada kita. Apakah:

A. Akan berangsur-angsur mencari yang bisa disalahkan.
atau
B. Introspeksi diri atas kegagalan yang sudah-sudah.

Percayalah, di dunia ini ngga ada yang sia-sia, ngga ada yg mubadzir, meskipun manfaatnya baru bisa dirasakan setelah sekian lama, dan bisa aja bukan kamu yang menikmatinya. Daun berguguran aja bisa jadi pupuk, but it needs time. Binatang mati jutaan tahun, nantinya bisa jadi bahan bakar. Sama seperti dia yang hadir di kehidupanmu, ngga akan sia-sia kalau kamu bisa memaknainya secara positif dan mau bersabar.

Ngilu atiku, tatu mergo sliramu..

No, no. Bukan dia yang jahat dengan pergi meninggalkan kamu. Memang sudah saatnya pergi, karena mungkin kebermanfaatan dia di Mata Allaah sudah habis untukmu atau disimpan untuk lain waktu. Pohon ngga akan marah sama daun ketika daun itu pergi dari batangnya dan terbawa angin, jauh dari pohonnya. Daun pun ngga akan menyalahkan pohon karena tetap berdiam diri membiarkan daun dibawa angin, menjauhi pohonnya. #filosofiPohon #asik

Dalam suatu hubungan, pasti semua ambil bagian dalam suatu kesalahan. Kan yang menjalani berdua, jadi ngga mungkin kalau salahnya cuma “dipek” sendiri. Jadi, coba untuk introspeksi dan mewanti diri untuk ngga mengulang kesalahan untuk yang kedua kali.

Cobalah untuk legowo, atau bahasa Inggrisnya, try to let go..

Berbahagialah karena udah dipertemukan dengannya, karena udah dikasih pelajaran yang berharga. Dan jangan bohongi dirimu yang dulu sempat bahagia dengannya, atau malah pura-pura amnesia kalau dulu pernah kenal sama dia, atau pura-pura gila setiap kali temen kamu nyebut nama dia. Akui aja, dia dulu berarti untukmu, meskipun arti dia bagimu sekarang udah berbeda. Iya, kamu dulu pernah bahagia sama dia, tapi sekarang kamu lebih bahagia karena bisa belajar banyak dan terlepas dari keburukan sebelum ‘ijab dan salaman’. ;)

Moving on doesn’t mean erasing memories. – @catwomanizer

Berhenti menyalahkan Allaah, “kenapa aku dipertemukan sama orang jahat kaya dia yaa Allaah?” Halo? Dulu beryukur, kenapa sekarang kufur? Percaya sama Allaah, jalan yang dipilihkan Dia itu yang terbaik untukmu. Jangan berburuk sangka pada Allaah.

IMG_1493

Bersiaplah untuk pertemuan selanjutnya, dan jangan salahkan siapa-siapa ketika terjadi perpisahan. Syukuri setiap detik kebersamaanmu dengannya, jaga dan sayangi dia, selagi bisa. Siapkan hatimu untuk berjuang mempertahankannya, dan jika gagal, itu bukan salah siapa-siapa. Berhenti gelisah, berbahagialah. :*

Semoga pertemuan antara mata kamu dengan tulisan ini juga membawa manfaat. :)

Don’t Try This at Home

Barusan aja sampai rumah, after a very short and quick trip to Jakarta. It was great! I will tell you later (semoga ngga mengendap di draft, aamiin). Capek banget. Waktu landing udah ngebayangin senyuman papi, pelukan mami, dan hangatnya air di kamar mandi.

Anyway, I want to share few things about “the do and the don’t” of welcoming someone at home. Karena banyak banget di luar sana yang masih ngga ngerti gimana cara membuat orang lain nyaman ketika sampai di rumah, dari bepergian (baik jauh maupun dekat, baik lama maupun secepat kilat). It’s so very important (for me), karena kita pulang ke rumah itu untuk mencari kenyamanan, ketenangan, dan istirahat dari segala penat. Betul? Nah, kalau sampai rumah kok yang ditemui hal-hal yang ngga menyenangkan, bisa-bisa suatu saat nanti pulangnya ke rumah yang lain (?). Terutama untuk Anda yang bersuami/istri, jangan biarkan pasangan Anda menemukan kenyamanan di rumah “yang lain”. ;)

Don’t:

  • ASK ANYTHING
    Termasuk juga tentang apa yang dialami/ dirasakan pasangan/ family members Anda selama seharian di luar rumah. Just keep quiet. Biarkan mereka tenang dan menikmati kenyamanan rumah dulu, baru cari saat yang tepat untuk bertanya, saat makan malam misalnya.
  • Try to be funny
    Mungkin maksudnya baik, mau menghibur. Tapi kembali lagi, harus ngerti waktu. Sedih juga kan kalau udah ngelucu tapi ngga diketawain.
  • Ask for ANY suggestions
    Orang capek ditanyain saran/ ide brilian? You’ve got to be kidding me.
  • Ask about kinds of drinks or foods they want to have
    I know, that’s how you show them that you care. But I found it annoying when they ask so many things. “Mau makan malam apa? Mau telor ceplok? Atau mau dibikinkan mie goreng aja? Atau mie rebus? Pakai telor ngga? Cabainya berapa? Minumnya mau susu atau sirup? Mau pakai es atau hangat aja?” Goodbye.
  • Make them jealous/ start a war
    Do you have any plans of getting divorce or break up or moving out? Because that’s the result if you dare to do that. Because this one is no fun at all. Your spouse needs your comfort, your hug, not your drama.
  • Tell them your stories
    Kembali lagi, ngerti waktu. Kan lebih enak kalau ceritanya ditanggepin dengan penuh perhatian kan. ;)
  • Break any badnews
    Pasti ada waktu yang lebih baik dibanding ketika pasangan Anda baru masuk rumah dan mengucap salam. Atau kalau memang darurat, ya sampaikan baik-baik.
  • Ask them to do things
    Like seriously.

Kenapa kita harus menghindari hal-hal di atas? Sebenernya itu wujud perhatian kita pada pasangan/ family members. Ngga ada yang tau apa yang dia alami selama berada di luar rumah, yang membuat dia lelah, seberapa besar bebannya bertambah. Ngga ngerti juga kan apa yang paling dia butuhkan ketika masuk rumah. Jadi, pepatah bilang “diam itu emas” adalah sangat tepat dalam konteks ini. Give them some space to breathe, to think, and to calm down.

Do:

  • Avoid all of the points at “the don’t”
    Obviously.

Hal-hal kecil di atas mungkin terlihat sepele. Tapi dikit-dikit lama-lama jadi bukit, kan? Jadi, yuk kita belajar memahami pasangan/ family members di rumah dengan ngga melakukan hal-hal yang annoying, right after they get home.

Put a smile on your face, open the door for them, stay quiet, and make them a cup of tea. Perfecto!

Please Make It Stop

“This baby box is killing me” — Jessica Day, New Girl.

And that is what happen to me this second since hours ago. It’s so stressful to have this sudden and continuous abdominal cramps.. I’ve been living with this pain since I was in Junior High. But the pain is increasing each time. Well, I think I still can handle this.. But still, pain is pain. And the most hurtful thing is I couldn’t even cry when the pain came. Frozen, more likely.

Even 1 gram of paracetamol couldn’t make it stop. Even 2 grams of mefenamic acid in 2,5 hours couldn’t stop the pain. Pain killers couldn’t make me feeling any better.  Even muscle relaxant couldn’t work well.  And even your smile couldn’t heal me (I’ve tried to use that too). :p

I’ve ever been on that stage where I couldn’t take it any longer. It was that time when I felt the pain, and it was killing me. I threw up so many times, I couldn’t move my legs, and the back pain was like a jackpot.

Eat healthy foods daily, swim routinely, laugh frequently, live happily, and love totally.

IMG_2206

And that’s the cure. “Relax, I am okay.”

Jadilah Puisi

I am on the stage where I have to talk about marriage with a serious tone and think about it wisely and carefully, where I can’t even make fun of it–when someone asks, “kapan nyusul?”, where my friends are getting married one by one, where I have to prepare myself too, where commitment is necessary, where I have to get ready not only for the marriage itself but also the other things that follow. Somehow it’s nauseous, to think about marriage. Well, maybe I’m not brave enough to face it–the responsibilities, etc.

Jadilah Puisi, yang jujur seperti anak kecil, yang arif seperti orang dewasa berpikir (Azam, 2015).

True. In my mind, kunci dari pernikahan (hubungan) itu memang kejujuran, dimana kejujuran akan menumbuhkan kepercayaan. “Without trust, relationship really isn’t anything.”
And again, true, arif seperti orang dewasa berpikir, terutama dalam menyikapi masalah. Komunikasikan segalanya dengan baik. Kata-kata yang dirangkai itu ibarat dua sisi mata pisau, either it can be helpful or it can be hurtful, for you or for your partner (or both). As I always say,

Even diplomacy is stronger than an army.

Whatever it is, everybody is going to be in this phase too. It’s how we choose to face it that matters. Pasti ada jalannya, asal berusaha dan berserah, pasti nemu jalannya. Perkara sempat ketemu jalan buntu, tapi kan masih bisa atret. ;)

39272dc068e74185970fa0e319bb7f9e

I don’t even know what I’m writing here. -.-

Mybundazole

Bagi yang bingung, mybundazole itu asal katanya dari my-bunda-zole, yang merupakan plesetan dari Mebendazole (obat parasit/cacing).

Saya orangnya emang gitu, suka ngeganti nama orang lain, manggil dengan panggilan lain, termasuk juga manggil ibu sendiri, because sometimes I found it funny and cute hihi.

Waktu masih kecil, saya manggil orang tua dengan ‘bapak-ibu’. Dan katanya, waktu ayah saya pulang dari sekolah di luar negeri, saya manggil ‘bapak’ di bandara dengan sebutan ‘papi’, sampai bikin beliau bingung, “ini yang ngajarin siapa?”. Dan keterusan sampai sekarang, manggilnya ‘papi-mami’.

Seiring berjalannya waktu, saya sering mengganti panggilan untuk mami. And surprisingly, mami selalu menoleh atau menjawab panggilan saya, apapun panggilan yang keluar dari mulut saya, funny and cute, no? Here are the examples:

  1. Mami
  2. Momsky
  3. Bundanya akhu
  4. iBunda
  5. Mybundazole
  6. Bundabundida
  7. Ummiya
  8. Umsil
  9. Umichu
  10. Muchi Kuchi
  11. Muchimucho
  12. Momochi
  13. Mushiro
  14. Bunduy
  15. Bunchu
  16. Bundangdut
  17. Buntel
  18. Kue Mochi

Ha-ha. Right. Bahkan dipanggil Buntel dan Kue Mochi aja tetep nengok. Emang kesayangan. *hug*

Ya paham sih, harus memanggil dengan sebutan yang baik. Papi selalu kotbah tentang itu ke saya. Tapi ya mau gimana…… :”)

Saya sering banget ngegodain beliau sampai jengkel atau marah. Sengaja sih, habis lucu. Seringnya habis marah gitu terus ketawa. Lucu kan? Mihihi. Saking seringnya, saya sampai ngga bisa kalau ujian terus belajar di rumah, pasti endingnya cuma nguyel-uyel mami.

karena memelukmu memberi energi tersendiri untukku..

Sifat dari beliau yang sangat menonjol itu gengsian (yang diwariskan ke saya, ehem); ngga mau ngomong sayang meskipun sayang, ngga mau nunjukin kalau peduli meskipun peduli, ngga suka bermanis manja atau yang romantis atau yang menye-menye (saya suka tapian, ehehehe). But deep down inside, she’s softer than a softener (eh?), she cares too much, she loves so much, and she hides too much pain but never, never just a blink of eye, she showed it to us. Never.

Beliau ngga pernah ngeluh, tentang apapun yang terjadi dan apapun yang beliau rasakan. Dan itu yang selalu beliau usahakan untuk bisa saya lakukan (and I’m still learning on how to do it). I admire her silence.

She is always complaining about my lazy behaviour, my messy room, my constant-8 a.m. waking up patterns on holiday, my non-stop-kissing-and-hugging-and-gigitin-her habit, and all. I know she’s doing her job very well. If it counts as a sin, then I don’t know how many are my sins to her. :(

FullSizeRender 45

She’s the first person I look for, setiap pagi dan setiap masuk rumah dari pergi. I love her so very much. :*