Pain

there are certain pain that can not be told how, can not be explained why, can not be shared to anyone, can only be tears.

it hurts like hell, but you can’t even scream it.

Advertisements

Injured by Another Stupidity

Yup! This story is just so fresh from the oven, this happened few hours ago, this noon.

*walking happily, while playing my cellphone*

I was on my way to the Ruko 19, behind the hospital. I wasn’t walking on pedestrian street, but on the motorcycle’s (stupidity number: 1st).

Because there was a motorcycle stopping, I crossed the street and walked on the car’s (stupidity number: 2 nd). At that time, a motor passed me and the parking barrier was uprised.

“Hm, ini kayanya bakal turun ngga sih plang parkirnya…” I said while crossing over the street, without looking at the parking barrier or just waited for it to settled (stupidity number: 3rd).

BAM!

It happened. The parking barrier kissed my head. Hardly. And it resulted this:

IMG_0887

:)

I should’ve walked on the pedestrian street.
I should’ve known that the parking barrier would be down soon.
I should’ve walked without playing my cellphones.

I know my lessons, I know I was doing something stupid (again) that caused me injured myself. And I will learn this lesson. Thanks.

  

“sakitnya sih ngga seberapa, tapi malunya itu lho…”

Injured by Stupidity

Beberapa menit yang lalu saya membantu partus di VK IGD. Sebenarnya bukan tugas saya sih, ini gilirannya Othy, saya jaga di VK. Tapi, karena di VK pasiennya cuma 1 dan aman sentosa, yaaaaaaa kabur aja ke IGD. Manikom, biasa :p

Serunya adalah saya ke IGD naik sepeda diboncengin Mba Rida (bidan VK), meskipun hampir jatoh gara-gara box resusitasi saya nabrak tiang -__- daaaan saya jadi koas resusitasi bayi, padahal baru stase obsgyn (biarin).

Nah, karena pada ribet dan ribut di VK, karena pasiennya mau dibantu dengan Vacuum Extraction (VE), saya diminta menyiapkan segala-gala yang kurang. Saya pun memasukkan lidocaine ke dalam spuit injeksi. Stupidly, I opened the lidocaine ampule without any protection and very careless, and it resulted this:

IMG_0836

That long! I didn’t feel anything, I didn’t even know that I was injured, if I didn’t see my thumb bleed. It was a mess. My blood was everywhere. And I asked Othy to continue what I was doing (thank you Othy). By the way, see that hyperpigmented (black) mark below my fresh wound? Yep, that’s because my stupidity too, when I opened the oxytocin ampule.

So, to minimize the victim of ampule breaking, I want to share about HOW TO BREAK A GLASS AMPULE. Before that, you need to know what ampule is. Here’s a picture:

haldol-02

And now, the steps:

  1. Check
    Pastikan semua cairan ada di bagian bawah, ngga ada yang tertinggal di bagian atas ampul. Kalau masih ada cairannya, disentil-sentil aja, atau diputer (bukan dibalik) ampulnya.
  2. Protect
    Cari tissue atau kassa untuk melindungi jari-jari kita yang unyu dari pecahan kaca yang (bisa saja) masih tersisa. I know how it feels.
  3. Place
    Pegang ampul dengan ibu jari dan telunjuk tangan kiri di bagian bawah ampul, dan tangan kanan di atas. Flexible sih, mau tangan kanan/kiri yang di atas, it’s up to you.
  4. Break
    Patahkan ampul dengan menggerakkan tangan kanan (yang di atas) ke arah kita. I know my mistake, I broke it by snapping not towards me.
  5. Done
    And it’s ready to be used.

spc~2489~24~IMAGE002-2

There you have it, a very easy way to break an ampule. Be safe! ;)

ALIF

HAAAAII~ (sisa energi: 81/100)

Tau kenapa sisa energi masih segitu padahal jadwal jaga dari jam 8 pagi sampai 8 malam? Karena hari ini super menyenangkan dan sedikit patologis*

*Patologis:

(1) berkenaan dng ilmu tt penyakit; (2) dl keadaan sakit; abnormal

7 hal yang bikin seneng hari ini:

1, Konferensi klinis berjalan lancar (I’ll tell you later about this).

2. Jadi koas patologis, full team.
Selepas konferensi klinis, kami bertujuh sarapan bersama. Awalnya kami berencana sarapan singkat di ruko-ruko yang berjajar di sepanjang pintu keluar RSST (RS di Klaten). Tapi kemudian Othy bersuara, “Aku pikir kita bakal makan di luar RS, ternyata di ruko toh”. And then so be it, kami pun pergi keluar rumah sakit naik mobil Othy, padahal kami sebenarnya on duty: ada yang harus jaga poli, jaga VK, jaga IGD, jaga bangsal 2 orang, meskipun ada 2 orang dapat jatah libur hari ini, but still. Ngga penting sih ke-pato-an kami hari ini, kami cuma mampir ke Mama Bakery yang super enak (sumpah ngga bohong), terus ke Mie Ayam Baso Tengkleng Mas Bambang (emang panjang namanya), terus balik ke RSST. Tapi rasanya seneng banget aja bisa kumpul bareng-bareng, nakal bareng-bareng.
IMG_0752IMG_0753Sempat muter beberapa kali karena beberapa tempat yang kami sambangi belum buka (it was around 9 am), tapi rasanya seneng luar dalem pas denger kata Othy, “Ngga papa, yang penting kan kebersamaannya.” OMG I love this group!

We didn’t realize we were making memories, we just knew we were having fun.

3. Sempat tidur siang (HAHA!)
Habis brunch bareng-bareng grup pato, perut saya rasanya sakit. Akhirnya saya dan Nuri memutuskan untuk merebahkan badan sejenak di asrama. DENG DENG kata sebentar itu hanyalah fiktif belaka, karena kami tidur sampai jam setengah dua siang. Bangun dengan panik setelah melihat 1 pesan di grup WA, “koas yang jaga VK siapa ya?” said one of chief resident. DHUAR.

4. Ngga dimarahin residen dan bidan waktu datang jam setengah 3 sore.
Thank you, akreditasi RSST. Gara-gara ada agenda akreditasi, koasnya jadi selamat, if you know what I mean *smirk*

5. Residennya super baik semua!
Dokter Prima, dokter Rohmah, dokter Uce adalah Trio Angels. Senang bisa jaga sama Trio ini (ya baru jaga bentar sih dan hari pertama beliau bertiga di Klaten, but hey).

6. BERHASIL PASANG INFUS!
FINALLY! Setelah 4 kali gagal karena ngga ada flashback darah, dan 1 kali gagal karena ruptur vena :( akhirnya berhasil pasang infus dengan lancar dan sekali tusukan dan tanpa keonaran. Alhamdulillaah wa syukurillaah. Everything needs process, and it needs time, and practices!

7. Perut kenyang, hati tenang, bisa tertawa riang :D

ALIF, Alhamdulillaah It’s Friday. :)

Flashlight

– Jessie J –

When tomorrow comes, I’ll be on my own.. Feeling frightened of the things that I don’t know.
When tomorrow comes, tomorrow comes, tomorrow comes..

And though the road is long, I look up to the sky and in the dark I found, lost hope that I won’t fly. And I sing along, I sing along, and I sing along..

I got all I need when I got you and I. I look around me, and see a sweet life. I’m stuck in the dark but you’re my flashlight. You’re getting me, getting me, through the night.

Kick start my heart when you shine it in my eyes, can’t lie, it’s a sweet life. Stuck in the dark but you’re my flashlight. You’re getting me, getting me, through the night..

‘Cause you’re my flashlight.

I see the shadows long beneath the mountain top. I’m not afraid when the rain won’t stop, ’cause you light the way, you light the way, you light the way.

‘Cause you’re my flashlight.

**

I know this song is supposed to be a happy song, but it doesn’t work that way to me. It’s just a deep, sad and full of tears song for me. It caused pain right here, in my heart. I hate this feeling. It hurts pretty damn bad.

Sayang Sampai Surga

IMG_0452Mereka adalah yang setia menunggu saya pulang dari Klaten dan mengatur agenda supaya dapat berkumpul lengkap, yang merelakan waktu istirahat mereka digunakan untuk berkumpul dan menunjukkan kasih sayang pada saya, yang menyempatkan barang 30 menit pergi dari tempat kerjanya untuk ikut merayakan ulang tahun saya. Mereka yang memiliki kesibukan masing-masing dan mau mengorbankan itu semua hanya untuk bertemu saya, untuk merayakan hari lahir saya-yang bahkan sudah lewat sebulan.

Bersama kami lalui liku hidup sejak drama SMA hingga realita selepas perguruan tinggi. Mulai dari galaunya hati hingga susahnya cari kerja setengah mati. Mulai dari gosip duniawi hingga bersama mengumpulkan tiket ke Surga dengan mengaji. Saya tidak keberatan meski yang kami rayakan sudah lewat sebulan, asalkan itu saya rayakan bersama mereka. Alhamdulillaah, I love them till Jannah, insya Allaah.

(from left to right: Sekar, Aghni, Inas, Kheke).