Mata di Wates

Akhirnya weekend tibaaaa! Gila, satu minggu rasanya kaya satu windu!

Kebagian koas stase mata di Wates is a blessing yet so tiring. Dokternya baik, petugasnya ramah, karyawannya sampai tukang parkirnya ramah. Cuma ya itu, pasiennya… subhanallah. Saya, Nabila, dan Fahmi kebagian rotasi klinik di Wates. Setiap hari ngelaju, mulai 30 Maret sampai 4 April 2015.

Langit dari Wates
Langit dari Wates

Day 1. Berdoa supaya mitos kalau saya adalah koas penolak itu ngga bener. Hasilnya? Pasiennya 60 orang! Mau nangis rasanya, secapek itu. :'(
Day 2. Berdoa semoga warga Wates sehat-sehat matanya. Hasilnya? Pasiennya 50-an orang, dan sebagian dari mereka minta surat keterangan sehat dari dokter. Tetep mau nangis. :'(
Day 3. Berdoa semoga warga Wates sehat-sehat dan ngga ada yang minta surat sehat. Hasilnya? Pasiennya 50-an orang, dan sebagian besar dari mereka hanya kontrol (mayoritas post operasi mata, atau kontrol penyakitnya). Tetep mau nangis. :'(
Day 4. Berhenti berdoa. Pasiennya 60, dan alasan mereka datang ke rumah sakit adalah campuran dari day 1-3. Udah ngga bisa nangis. :’|
Day 5. The last day, cuma berdoa dapat nilai memuaskan. Dan… ya, alhamdulillah. :”)

Hari Rabu, kami ikut operasi katarak. Baru pertama masuk ruang OK (Belanda: Operatie Kamer/Indonesia: Ruang Operasi). Berdiri 1 jam 15 menit, pandang (cuma lihat dokternya melakukan prosedur). Alhamdulillah, walaupun kaki rasanya kaya mau patah tapi pengalaman ini tetep bikin sumringah. :”)

pre-op katarak
pre-op katarak

Hal menyenangkan lainnya adalah dek koas bisa pakai semua alat canggih, yang bahkan di Sardjito adalah haram hukumnya untuk dek koas menyentuh alat tersebut. Yeay! Meskipun bukan kompetensi yang harus kami capai, tapi namanya dek koas ya pasti bahagia lah dibolehin pakai alat yang tadinya di kandang cuma ngelihat sambil nggumun.

IMG_3113

wefie sebelum pulang :3
wefie sebelum pulang :3

Well, 1 minggu di Wates adalah capek. Salut sama dokter dan petugas poli mata di Wates, bahkan ngga pakai minum atau makan siang lho. *standing applause* Pulang dari Wates langsung refleksi kasus sama dokter Tepo di Sardjito. Kemudian sadar kalau ilmu mata yang saya dapat adalah masih jauh dari kata cukup. Gila udah 3 minggu di stase mata masih ngga ngerti apa-apa. :”(

Bismillahirrahmanirrahim, 1 minggu lagi di stase mata! :)

One thought on “Mata di Wates

  1. Bismillah, “bila kamu tak tahan lelahnya belajar, maka kamu akan menanggung perihnya kebodohan “, Imam Syafi’i.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s