My Anxiety Lately

Awal Maret adalah hari-hari super bikin tension headache. Ngurusin berkas-berkas wisuda, verifikasi data, ngukur toga, pembekalan KKN, pembekalan pra koas, dan janji koas (OMG).

Pembekalan pra koas adalah yang paling berat, menurut saya. Dokter-dokter senior pada ngasih tau rules di rumah sakit, the do and the don’t, hierarki tak tertulis di rumah sakit, dan segala macam tentang per-koas-an yang menurut saya sangat menyeramkan.

Sekitar seminggu yang lalu, kami calon koas gelombang satu melalui tahap pemeriksaan kesehatan. Salah satunya ada psikotes. Waktu menjawab pertanyaan-pertanyaan itu semacam self reflect dan tiba-tiba ngerasa, “gila, I am healthier than ±2 years ago.” Karena setelah masuk kuliah tahun ke empat, saya udah ngga pernah lagi ngerasain tension headache, mual-mual ngga jelas, pusing, dan demam tanpa sebab. Ya, mungkin karena masuk semester tujuh itu saya mulai bisa menikmati kuliah di kedokteran kali ya ._. Tapi, setelah ikut pembekalan pra koas, rasanya segala tension headache dan penyakit-penyakit lain yang udah lama sirna itu muncul lagi. I am so f-ing scared.

Super takut sama segala per-koas-an. Takut bakal ketemu pasien sungguhan, nyawa beneran, di hadapkan antara Surga dan Neraka, darah beneran, udah bukan pewarna lagi. Takut kalau ngga bisa bawa diri dan jaga sikap besok kalau di rumah sakit. Takut kalau ngga bisa beradaptasi sama lingkungan kerja. Takut kalau kena marah terus sama tenaga kesehatan yang udah senior. Takut kalau… etc. Se-takut-itu.

Sampailah di hari Selasa, 10 Maret 2015, kami angkatan 2011 melaksanakan janji koas. Waktu baca janji koas bareng temen-temen rasanya merinding disko, dan pingin nangis. It is a big deal. The white coat, the hospital name tag, and the responsibilities. Allah Maha Besar!

La hawla wala quwwata illa billah. Udah ngga tau lagi harus nulis apa. Bismillahirrahmanirrahim, semoga Allah memberi kemudahan dan kelancaran, aamiin. Mohon doanya supaya bisa melalui koas dengan penuh menyenangkan, dapat pengalaman yang baik dan berharga, bisa menyelesaikan koas tepat waktu dan nilainya maksimal semua, Allahuma aamiin. Oh  iya, yang paling penting: semoga teman sekelompok koasnya super menyenangkan dan bisa diajakin main dan belajar secara simultan, yang ngga manikom (maniak kompetensi), yang humble dan mau share materi dan keterampilan, mau diajakin explore the city (hahaha), aamiin.

Note to self: Semangat! Apapun yang terjadi nanti dihadapi dan harus berani. Kaya kata salah satu dosen pemateri kemarin, “Hadapi tembokmu!” Dan harus sehat, no more tension headache! Masa iya mau menyehatkan orang tapi sendirinya ngga sehat. And “God didn’t bring you this far to leave you.” ;)
 Pardon my face :p
Pardon my face :p

All I can say for now is that you can do this. It’s normal to feel scared. – Laksita Kartikaratri, March 2015.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s