I Think I Want This Kind of Guy But I Don’t Think I’m Ready

Sejak papi sakit sampai beberapa bulan terakhir, saya masih menganut aliran “pingin fokus kuliah dulu”. Paham pikir semacam itu akhirnya membentuk pribadi yang pingin kenalan sama banyak orang, yang ngga mau terikat sama satu orang, dan cenderung untuk ‘menclok sana-menclok sini’. Karena kenalannya banyak, disangka yang ‘ngedeketin’ juga banyak. Dan akhirnya berujung pada digosipin sana-digosipin sini, disangka php-in yang sana, disangka mempermainkan hati yang sini. Capek. Banget.

IMG_2128

Nah, belakangan ini sering kepikiran buat punya satu orang yang bisa diajakin diskusi, menggila, ngomongin hal random, sharing our dreams and hopes, main kesana kemari, nonton teater bareng, berkunjung ke tempat-tempat wisata dan bersejarah bareng, belajar bareng, ngegosip, cerita ngalor-ngidul, sampai cuma duduk di warung kopi tanpa ngobrol atau melakukan hal spesifik tapi ngerasa nyaman aja berduaan. Satu. Orang. Aja.

It’s like, you have someone, only one, that always be there for you, through every of your moods, the ups and downs. And for me, someone who can handle my mood swing (yes, please). You have that particular someone who accepts you as who you are and never complains about how moody you are, how ugly you are when you are sad, how funny you look when you can’t find a match dress. Someone who listens to every of your stories and never gets enough of it. Enak kali ya setiap pulang dari rumah sakit, lagi capek-capeknya, terus taunya ada orang yang siap mendengarkan keluh kesah mu. God! I want this kind of guy.

Susah sih emang nyari orang yang bisa menerima kita apa adanya. Karena setiap orang itu beda. Kalau dia bisa menerima apa adanya itu hebat, berarti dia berhasil mengugurkan ego dia untuk menerima individu lain. Dengan dia menerima apa adanya, it shows us that s/he value her/his relationship that high. Keren aja gitu. Tapi ya sebagai orang yang diterima apa adanya bukan berarti kita jadi seenaknya juga sih.

“When I told you to be yourself, I didn’t mean you to bring out the worst in you, hon.” — @catwomanizer

This post is not for any particular person. Those thoughts just flashed to my mind few weeks ago, and I could’t handle myself but to continue making those thoughts getting bigger and bigger each day. Ya intinya, seneng kan ya kalau punya orang yang stick with you no matter what, dan kaya bikin hari-hari yang dijalani penuh semangat aja, we know for sure that we have someone waiting for our calls, texts, or our smile. Ha ha ha ha ha ha ha…

(ininulisapaansih) ._________.v

One thought on “I Think I Want This Kind of Guy But I Don’t Think I’m Ready

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s