Kabur ke Solo

Membuka bulan baru dengan pengalaman baru!

Minggu, 1 Maret 2015 lalu saya ke Solo! *yeay* Sebenernya bisa dibilang saya ini perempuan kuper (kurang pergi). Saya ngga pernah pergi tanpa izin orang tua, main keluar kota, melakukan perjalanan jauh tanpa orang tua. But I did it yesterday, all the above! Saya ngga izin, ke luar kota, tanpa orang tua. HAHAHA anak durhaka. Ya gimana, kalau izin pasti ngga dikasih pergi. Kalau ngga pergi, kapan lagi? :p Lumayan deg-degan sih waktu di jalan, takut terjadi sesuatu, tapi ya disitu seninya ngga izin: bisa menambah keimanan (read: dzikir terus sepanjang jalan).

Sebenernya, ngga ada tujuan khusus sih ke Solo, pingin pergi jauh dan foto-foto aja gitu. Akhirnya saya, Yohan, dan Ageng pun memutuskan untuk menghabiskan sisa Hari Minggu untuk wisata kuliner Solo. Berangkat dari Yogya jam 12.15 naik mobil, mampir drive thru McD buat sangu, beli bensin, terus tancap gas ke Solo. Perjalanan sangat lancar, ngga ada macet dan ditempuh ± 1,5 jam.

Tujuan pertama adalah Warung Selat Solo Mbak Lies, di Jalan Serengan 42. Tempatnya lumayan nyempil dan masuk gang gitu. Tapi worth it! Must try!

IMG_2056

Rasanya enak banget ngga bohong! Saya pesen yang kuah seger sih, tapi lebih photogenic kuah saus punya Yohan. Rasanya manis seger gitu, mungkin yang ngga begitu suka manis bakal merasa kemanisan ya, apalagi kalau dimakan bareng sama yang manis-manis (ehem) #apasih.

IMG_2057

Selesai mencicipi Selat Solo langsung di Solo (biasanya cuma makan dari catering di hajatan orang), kami berpindah ke Ralana Eatery di Jalan Brigjen Slamet Riyadi No. 301. Kata Ageng ini tempat baru gitu. Tempatnya bagus deh, harganya juga bagus. Dasarnya cuma mau numpang foto, ya akhirnya kami makan tengah (read: beli 1 untuk bersama).

0f9127c0d80a48ac876bf5ae408ceada

IMG_2053

IMG_2055

IMG_2054

IMG_2058

c02ff32a67b4441cb2768ffdbe8c6f8e

Selepas Ageng check in, dan saya puas foto-foto, kami melanjutkan perjalanan ke Zappelin Eatery, di Jalan Imam Bonjol No. 12. Tempatnya juga lumayan bagus, designnya unik. Sebenernya Zappelin ini sempit gitu tapi dekornya dikasih kaca-kaca jadi kesannya luas. Di sini kami juga makan tengah.

8abd33daa34d4289a4c2dc7a1f39d011

IMG_20595c27bd22d7d04cf4a056e974e4c783d3
Setelah agak lama nongkrong di sana, kami melanjutkan perjalanan ke Pasar Gede Hardjonagoro. Masih suasana Imlek, jadi banyak lampion di sana. Sayangnya waktu dateng udah agak gerimis gitu jadi fotonya kaya keburu-buru. :(

1734fcc6392845aab55c24bf99f3ea1e

IMG_1972 IMG_2043

e98373459e7d4c028e8aa8005aa59880

IMG_2045
Sebelum hujan deras mengguyur Solo, kami sudah sigap masuk ke mobil dan menuju Cafe Tiga Tjeret di Jalan Ronggo Warsito No. 97. Karena saya sudah kekenyangan, akhirnya yang jajan cuma Yohan dan Ageng. Model angkringan gitu tempatnya. Design interiornya kreatif!

IMG_2060

IMG_2022

IMG_2061 IMG_2062

Cafe Tiga Tjeret menutup kuliner Solo, dan kami menuju Yogyakarta. Sampai di rumah jam 21.36, jadi ngga dicurigai papimami hahaha.

Well, perjalanan tanpa izin (kabur) ini mungkin adalah my wrong move as a child. I know, it was a big mistake. Tapi, untuk ukuran anak yang ngga pernah pergi-pergi tanpa orang tuanya, kebahagiaan dari sebuah perjalanan yang berhasil dilakukan tanpa izin itu melebihi kebahagiaan dari perjalanan itu sendiri. It means something bigger than just a trip. There was a freedom in it, and more importantly ada perasaan semacam ‘pembuktian diri’. I don’t know what I’m trying to say here, but the thing is I was so happy and I still am. If you were in the same car with me as we touched down the city, you’d see my big happy non-stop smile hanging on my face, all the way. As my mind kept saying, “Oh my God I did it!” until I reached my bed at home. So, yes, it was my new achievements of this year.

Terima kasih banyak sahabat dahsyat, Yohan, for helping me checked my bucket list of 2015. It is a big deal for me. Terima kasih juga sahabat unyu, Ageng, yang udah jadi tour guide paling heboh dan menyenangkan dan memuaskan! Semoga makin laris “disewa” untuk memperkenalkan Solo. ;) By the way, orang tua saya sudah tau tentang kepergian tanpa izin ini dari salah seorang saudara saya. Tapi beliau berdua biasa saja menanggapi cerita saya. Mungkin kalau saya tiba-tiba ke Semarang beda cerita ya :p 

My goals are to be happy, healthy, and surrounded by loved ones. – Kiana Tom

I swear I won’t do this anymore and any further, chill daddy-mommy, chill. I know who I am. ;) AND I am so welcoming March with a new bright hope and can not wait to see new achievements! *grin*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s