Pengumuman OSCE COMPRE

Siang ini saya ke kampus naik motor karena terburu-buru harus ngumpulin fotokopi sertifikat PPSMB sebagai salah satu syarat ikut yudisium (kekeke maafin, deadline hari ini dan ngumpulin hari ini .__.v). Di perjalanan ke kampus, rasanya panas banget. “Am I getting hotter or the global warming is getting worse?” Terus menyesali keputusan untuk naik motor. Setelah selesai urusan di kampus, saya nemenin Chandra ke Galeria Mall. Di perjalanan, saya juga menyesali keputusan untuk naik motor, hot hot pop banget. Tapi, waktu perjalanan balik ke kampus, ternyata semua jalan lagi macet-macetnya, jam pulang kantor gitu. Lalu Chandra mencari jalan tikus dan akhirnya kami bisa terhindar dari kemacetan Yogyakarta.

Intinya apa? Di awal, kita mungkin menyesali keputusan yang udah kita ambil, karena kita ngga tau tujuan dan manfaatnya di akhir. Dan setelah tau, kita cuma bisa “ooh..” dan bersyukur kita telah mengambil keputusan yang tepat. Everything happens for a reason (or maybe so many reasons), and it happens for a better purpose.

“Jangan pernah menyesali keputusan yang kita ambil secara sadar.” Mita Kusuma, 2014.

Jadi ya udah terima aja, nantinya pasti bakal ada kebaikan menanti di belakang. Dan, di dunia ini ngga ada yang sia-sia. Bahkan daun yang berguguran pun bisa jadi pupuk, kan? ;)

**

Hari ini pengumuman OSCE COMPRE. Semua orang deg-degan, dan rasanya kaya nunggu pengumuman SNMPTN. Hasil OSCE COMPRE ini adalah penentu gelombang koas. Ada 3 gelombang, yang pertama insya Allah bulan Maret, yang kedua bulan Juni 2015. Kalau lulus semua stase atau ngga lulus 1 stase, nanti masuk gelombang 1 (tapi tergantung kuota dan kebijakan akademik juga sih), kalau ngga lulus >1 stase nanti masuknya gelombang 2 lalu ikut remed.

ALHAMDULILLAH WA SYUKURILLAH! Saya lulus semua stase!

Sebenarnya, saya super kaget sama hasilnya, karena saya ngga pasang target waktu OSCE COMPRE. Awalnya saya mau extend. Bawaannya ngalir aja gitu, toh mau lulus semua atau ngga lulus semua stase, kalau saya extend nantinya dapat koas gelombang 3. Ngga taunya malah lulus semua stase, alhamdulillah.

Dan saya sempat bingung how to react sih, sebenarnya saya pingin masuk koas gelombang 2, karena ada jeda 3 bulan untuk libur (OMG! YES, PLEASE). Tapi ternyata tidak di-acc oleh the big boss. Saya harus masuk gelombang 1. *nangis darah* Sebelum menulis ini, saya masih memberontak dan kekeuh untuk ikut koas gelombang 2. It’s like, I need to slow down and take a deep breath for a second gitu lho. Coba deh, kapan saya punya waktu liburan yang benar-benar libur? Yang ada sih pseudoholiday (Greek, pseu·do: false, palsu). *sigh*

Tapi, setelah melalui perjalanan hari ini (tentang keputusan naik motor), saya berubah pikiran. Saya masih belum tau kan sama apa yang akan terjadi di akhir nanti, makanya sekarang ngumpat-ngumpat, marah-marah karena ngga dapat libur. Tapi, pasti ada maksud dibalik peristiwa luar biasa yang saya alami 2 bulan ini (Done COMPRE, DONE! dan Hitam, Putih, Hitam! dan hari ini). Jadi, daripada mburu uceng kelangan dheleg, lebih baik patuh sama orang tua.

Anyway, semangat untuk teman-teman PD2011! Terlepas lulus atau ngga, yang penting kita udah melalui fase berat ini. Saya bisa lulus juga karena faktor luck dan kehendak Allah SWT. Bismillahirrahmanirrahim, yang di depan semoga bisa dilewati dengan penuh kemudahan dan hasilnya sesuai harapan, aamiin :)

Advertisements

Mbak Jum Menikah!

Mbak Jum adalah embak yang ikut sejak saya usia tiga. Dia sangat tenar seantero almamater saya sejak tingkat kanak-kanak hingga perguruan tinggi. Mbak Jum terkenal dengan ke-gaul-annya dan baksonya (sumpah enak banget!). Teman-teman TK-SMP kalau bertemu saya, selain nanyain kabar orang tua, pasti nanyain Mbak Jum dan baksonya, so famous.

Nah, 15 Februari 2015 lalu Mbak Jum menikah. *yeay* Akad nikah dan resepsi diselenggarakan di desanya, Kaliangrik, Magelang. Bahkan ibu-ibu perumahan aja sampai bela-belain ramai-ramai datang ke acara Mbak Jum, so loved.

Here are some pictures of her happy day:

1

2 3 4

Selamat ya, Mbak Jum! We are very happy yet a bit sad. She’s like our own family, and her family in Magelang too. Ya gimana engga, dia udah ikut sejak saya masih cupu tentang kehidupan sampai sekarang udah capek sama kerasnya kehidupan (apasih). Dia udah tau buruk-busuknya saya, tau tentang seluk-beluk dan silsilah keluarga saya. Bahkan keluarga jauh (yang menjadi ingatan abu-abu bagi kami) pun dia ingat. *wow* Jasa dan kasih sayang dan kebaikan dia untuk keluarga saya ngga akan bisa terbalas. :'(

5Dulu, dia sering curhat tentang pacarnya yang ini, yang itu, yang di kota ini, di kota itu, di facebook, di kampung sebelah, di tetangga desanya, dan lain sebagainya. I know, right. Miss popular. Dan sekarang dia cuma cerita tentang satu pria, yang jadi suaminya. Well, I am so happy to see her happy. I love her so much. Mohon doa restu buat Mbak Jumini dan Mas Jumiran ya, teman-teman. ;)

7

Terima kasih kepada teman-teman yang sudah memberi atensi, baik langsung maupun tidak. We love you, Mbak Jum! :)

Muslimah Jawa

Menurut hemat saya, perempuan yang lahir di tanah Jawa, yang masih kental dengan budaya ‘ketimuran’ dan juga dibesarkan dengan dasar ajaran Agama Islam adalah perempuan yang memikul beban mental lumayan berat. Terlebih lagi kalau perempuan tadi punya sifat dasar rebel dalam dirinya. Dua hal tersebut (Jawa dan Muslim) jika dipadukan akan membuat formasi seperti kerangkeng besi untuk manusia yang terlahir dengan jenis kelamin perempuan, yang rebel.

Kerangkeng itu bentuknya adalah norma-norma di masyarakat dan ketentuan hukum Agama Islam, yang mengikat dan membatasi gerak para Muslimah Jawa. Bukan hanya geraknya, tapi juga cara berpikir dan berkeputusannya pun seperti terbelenggu. Melulu harus seperti itu, seperti yang dahulu, seperti kata para pendahulu.

Sejak di bangku SMP saya berpikir bahwa Muslimah Jawa tidak akan pernah memiliki dirinya sendiri. Ya gimana, sebelum menikah ia milik ayahnya, dan setelah menikah, ia jadi milik suaminya. Yah, kalau suaminya bisa diajak kompromi-kongkalikong, beruntunglah perempuan tadi. Lha kalau suaminya sama aja kaya ayahnya? Atau malah lebih parah? Mending mati aja ngga sih?

The worst thing in the world is when you can speak but no one is listening. Or you can’t even say a word.

Selain itu, tentang norma..

Perempuan, kalau pulang setelah adzan maghrib berkumandang akan dipandang sebagai perempuan yang ngga baik. Wanita muslim yang ngga berhijab dibilang belum “utuh”. Wanita muslim yang berkarya (main musik, bernyanyi, menari, pentas teater, baca puisi, story retelling, etc) disangka mengumbar aurat. Duh.

Perkara-perkara kecil seperti itu sering jadi besar kalau sudah diselenggarakan sidang di meja pedagang sayuran ideran, yang dihadiri jaksa penuntut umum aka ibu-ibu rumah tangga yang ngga ada kerjaan. Bagi mereka, dunia hanya sesempit kacamata dan seluas pandangan mata. (hmm).

Padahal kan..

Bisa jadi perempuan yang pulang larut malam itu sedang berusaha mati-matian untuk mengembangkan senyum bahagia dan bangga dari kedua orang tuanya. Untuk dapat gelar sarjana, misalnya.
Bisa jadi perempuan yang kepalanya ngga ditutup kain hijab itu hatinya sudah berhijab lebih baik daripada yang sudah menutup kepalanya.
Dan tentang berkarya…. saya cuma bisa bilang, tergantung niatnya. Kalau sedikit-sedikit dikaitkan dengan aurat, ya bye aja perempuan di Indonesia cuma bisa mengikuti anekdot Jawa, “dapur, pupur, kasur.” Memang di sinilah terkadang dilema muslimah yang ingin (dan bisa) berkarya, dimana ada karya terbentur agama.

Jadi, selain ngga bisa memiliki dirinya sendiri, Muslimah Jawa ini juga terbatasi dengan “cibirian ibu-ibu yang nongkrong di tempat jual sayur pagi hari” yang kemudian disebut norma yang berlaku di masyarakat. Muslimah Jawa ini hanya bisa diam dan patuh dan mencari hikmah. Tau sendiri kan, manusia kalau udah kepepet cuma bisa mencari hikmah. Ambil sisi positif dan selalu berdoa supaya Allah memberi kekuatan kepada hamba-Nya. Ya supaya jadi perhiasan terindah di bumi. *smirk*

Parents always seem to forget that it’s their kids’ lives, not theirs.

Hitam, Putih, Hitam!

Target achievements terpenting tahun 2015 sudah tercapai! Alhamdulillah wa syukurillah! Jumat, 30 Januari 2015 lalu saya pendadaran (sidang skripsi). Proses pendadaran ini terhitung sangat cepat, saya aja ngga nyangka tiba-tiba udah pendadaran.

Hanya satu yang aku harapkan pada tahun 2015, adalah membuat dan melihat senyum bahagia dari beliau berdua (papi dan mami).  — caption saya di instagram pada 1 Januari 2015 dengan gambar kedua orang tua saya.

Dan itu sudah tercapai (dulu targetnya tengah tahun, ternyata Januari belum selesai sudah tercapai, alhamdulillah. Manusia hanya bisa berencana, Allah yang menentukan segalanya):

Pendadaran

Semester lalu, saya masih berpikiran untuk mengambil 1 semester perpanjangan (read: extend), dengan alasan mau memperbaiki nilai dan belum siap koas .________.

“Lho Mbak Chandra wisuda Mei? Kok Titin bilang sama tante kalau wisudanya November ya?” My mom asked with high pitched voice. Obrolan kanjeng Mami dengan Chandra (sahabat saya) pada suatu malam di tengah dinner mengubah segalanya.

Setelah makan malam itu, negara api menyerang. Saya harus wisuda bersama Chandra dan Sondang (dua sahabat saya dari tahun pertama masuk FK), bulan Mei 2015. Obrolan itu kemudian dibawa hingga ke meja makan bersama Papi.

“Sudah, selesaikan skripsimu, yudisium bulan Februari dan wisuda bulan Mei.” He said. Ya sudah, kalau beliau sudah berkeputusan saya cuma bisa patuh, sendika dhawuh. Makanya saya pendadaran secepat kilat, dan ngga jadi nambah 1 semester. Sekarang saya dalam tahap revisi, mohon doanya supaya segera selesai dan diberi kemudahan dan kelancaran (aamiin).

Pendadaran super kilat ini bikin saya ngga bisa ngabarin kanan-kiri. Sehingga, melalui post ini saya juga ingin memohon maaf yang sebesar-besarnya kepada sahabat-rekan sejawat-kerabat-saudara-handai taulan karena saya ngga ngabarin berita baik ini. Sedih banget waktu pada nge-BBM atau LINE kalau mereka tau dari foto-foto yang dipublish sama sahabat-sahabat saya yang datang ke pendadaran saya. Tapi ya mau gimana, saya ngga bisa memutar kembali waktu. :'(

Saya bisa sampai di posisi seperti sekarang bukanlah karena hebatnya saya, bukan karena saya. Tetapi karena Allah, doa ibu saya, doa ibu saya, doa ibu saya, dan doa ayah saya, juga doa teman-teman semua. Saya bisa bertahan di FK juga karena dukungan dan semangat dari sahabat-sahabat saya.
Skripsi saya tidak akan selancar sekarang kalau bukan karena dua dosen pembimbing saya yang luar biasa hebat, dan dosen penguji saya yang luar biasa baik. Segala yang saya peroleh hingga sekarang ini bukan karena saya, tetapi karena Dia dan mereka.

Allah Maha Besar, yang telah mengirimkan orang-orang luar biasa untuk membantu saya. Allah Maha Baik, yang telah memberikan kasih dan sayang-Nya kepada saya, hingga saya mendapat nikmat luar biasa seperti sekarang.

Yeay

Terima kasih untuk my first speed dial, Cresti Chandra Pradelta yang sudah menemani, membantu dan menguatkan saya dalam penggarapan skripsi super kilat ini. I can’t thank you enough, Chan! 

Terima kasih untuk saudara saya Mbak Diana Rakhmasari dan Mbak Ayu Dharmasanti yang sudah mendukung saya habis-habisan, dan mengurus konsumsi dosen (hahaha). I love you!

Terima kasih untuk sahabat-sahabat dari bangku SD hingga kuliah yang sudah menyempatkan datang dan menunggui saya ujian. Mohon maaf apabila (accidentally ada yang baca post ini) saya ngga memberi undangan pendadaran saya (tsaah), saya juga sedih ngga mengundang. Tapi saya ini apalah, hanya manusia yang penuh khilaf. :'(

Terima kasih untuk sahabat-sahabat saya yang meskipun tidak datang ke pendadaran saya, langsung datang ke rumah, menelepon, dan memberi ucapan dan atensi melalui media lain. I really am happy! Thank you so much! I feel loved, really.

Terima kasih untuk sahabat saya yang datang ke pendadaran saya tapi hanya melihat dari kejauhan dan tidak menghampiri saya dengan alasan “kamu baru sibuk foto-foto sama temen-temenmu.” hmm..

Mungkin kalau ini diteruskan, ngga akan ada habisnya. Singkatnya, maaf dan terima kasih semua! *kiss*

174621

174629

174645

174663

185388

185389

Can’t wait to see the great achievements ahead! *grin*

**foto bisa bertambah, banyak yang belum ngirim foto ke saya. *pendadaran ngga modal, pinjam kamera sana-sini .__.