Good News!

Mungkin teman-teman sudah banyak yang tahu kalau kondisi kesehatan papi kurang baik sejak tahun lalu. Dan mungkin banyak teman-teman yang ingin menanyakan kondisi papi tapi tidak sempat bertanya langsung, atau mungkin sudah sempat bertanya tapi saya tidak sempat bercerita. Dan mungkin, karena hal itu, ngga sedikit “bumbu” yang ikut beredar bersama berita tersebut. Bismillahirrahmanirrahim, semoga tulisan ini bisa meluruskan berita yang beredar.

Bulan September 2013, papi merasakan ada benjolan di leher kanan. Waktu itu ngga ada kecurigaan tentang penyakit serius. Papi melakukan treatment dengan dugaan Parotitis. Tapi, setelah pulang dari India, benjolan tadi bertambah besar dan tumbuhnya sangat cepat. Papi tidak mengeluhkan hal lain selain adanya benjolan tadi. Tidak ada demam, nyeri di sekitar benjolan, maupun penurunan berat badan. Kemudian pada Selasa, 15 Oktober 2013, papi menjalani prosedur USG untuk menyingkirkan kemungkinan Parotitis. Hasil USG menunjukkan kelenjar parotis normal, dan ditemukan adanya pembesaran kelenjar getah bening. Pembesaran kelenjar getah bening dapat mengarah pada dua diagnosis, yaitu Tuberkulosis atau keganasan. Lalu untuk menentukan salah satu dari dua kemungkinan tersebut, maka dilakukan foto paru-paru, dan pemeriksaan FNAB (Fine Needle Aspiration Biopsy). Foto paru-paru menunjukkan hasil yang normal. Hasil FNAB sebenarnya sudah keluar hari Selasa sore. Namun, tim patologi anatomi masih ingin berdiskusi dengan para senior.

Hasil FNAB keluar hari Rabu, 16 Oktober 2013. Diagnosis bandingnya adalah Non-Hodgkin’s Lymphoma dan Hodgkin’s Lymphoma, yang mana keduanya adalah kanker kelenjar getah bening. Kemudian hari Sabtu, 19 Oktober 2013 papi berencana melakukan biopsi untuk memastikan diagnosis, karena meskipun sama-sama dari kelenjar getah bening, terapi untuk masing-masing keganasan itu berbeda. Prosedur biopsi sudah siap dilakukan. Namun, sebelum dilakukan biopsi, tim dokter dari Yogyakarta, Singapura dan Belanda menganjurkan bahwa pelaksanaan biopsi dilakukan di Singapura, karena tim dokter di Singapura memerlukan fresh tissue.

Hari Selasa, 22 Oktober 2013 kami berangkat ke Singapura. Prosedur biopsi dilakukan Hari Kamis, 24 Oktober 2013. Ternyata lokasi benjolan tadi lumayan dalam, sehingga dokter harus “menyiangi” otot leher papi, yang menyebabkan banyak perdarahan. Lalu papi diminta untuk opname di Singapura supaya mudah pemantauannya, kira-kira dua malam. Kemudian kami masih harus stay di Singapura untuk menjalani pemeriksaan yang mendukung diagnosis, dan untuk perencanaan terapi.

Singkat cerita, diagnosis yang keluar adalah Non-Hodgkin’s Lymphoma. Sampel yang dikirimkan ke Indonesia dan Belanda juga mengatakan diagnosisnya demikian. Dan karena terapinya bisa dilakukan di Indonesia dan dicover oleh ASKES, maka kami pun pulang ke Indonesia. Setelah landing, papi menghendaki langsung menjalani kemoterapi. Tapi, tim dokter di Indonesia menyarankan supaya papi istirahat dulu. Jadi, Kemoterapi pertama dilakukan pada Jumat, 1 November 2013 di Sardjito. Papi menjalani 6 siklus kemoterapi dengan protokol R-CHOP (obat-obatannya). Dan siklus kemoterapi terakhir dilakukan pada Rabu, 12 Februari 2014.

Kemoterapi.
Kemoterapi adalah salah satu pilihan terapi untuk pasien kanker. Prosedur terapi ini hanya memasukkan obat kanker melalui selang infus ke dalam tubuh pasien. Mungkin kedengarannya simpel, dan mungkin banyak diantara teman-teman yang bertanya “kenapa kok pasien kanker harus serba steril? Mulai dari pakaian, makanan, hingga keluarga-kerabat yang ingin membesuk juga harus steril?”.

Jadi begini, sel kanker adalah sel yang pembelahannya cepat tak terkendali. Nah, obat-obat antikanker itu akan menyerang sel-sel yang pembelahannya cepat, dengan asumsi itu adalah sel kanker (ya meskipun obat tidak punya akal untuk berasumsi, mari kita telan mentah tulisan ini). Ternyata, di dalam tubuh kita ada banyak sel yang membelahnya cepat meskipun terkendali, adalah sel-sel yang berada pada saluran pencernaan, folikel rambut, sel darah, dan germ cells. Karena obat antikanker itu tidak selektif (tidak bisa membedakan mana sel kanker dan mana yang bukan), maka semua sel yang pembelahannya cepat akan “dibabat habis” olehnya.

Alhasil, pasien dengan kemoterapi banyak yang mengalami mual hingga muntah, rambut rontok hingga botak, dan lain sebagainya. Masih ingat ‘kan kalau obat antikanker ini menyerang sel darah? Nah, sel darah itu ada tiga jenis, sel darah merah (erythrocyte), sel darah putih (leukocyte), dan thrombocyte. Sel darah putih itu fungsinya untuk pertahanan tubuh terhadap mikroorganisme asing, sering disebut sel imun/kekebalan tubuh. Jadi, pasien kemoterapi itu sistem pertahanan tubuhnya sangat rendah karena “sudah dibabat habis-habisan” oleh obat antikanker.

Kalau sudah tidak punya pertahanan, maka tubuh pasien kanker sangat rentan dengan yang namanya infeksi atau masuknya mikroorganisme asing, yang berpotensi menimbulkan penyakit. Dan penyebab kematian pasien kanker itu kadang bukan dari penyakit kankernya sendiri, melainkan dari adanya infeksi yang ditandai dengan demam (umumnya). Oleh karena itu, pasien kemoterapi biasanya ditempatkan di ruang isolasi, supaya tetap steril.

Penularan mikroorganisme (bakteri, jamur, virus) ini bisa melalui makanan, pakaian, bahkan mulut orang lain saat berbicara (percikan air liur). Jika pada orang dengan sel imun yang baik, katakanlah 10 bakteri tidak akan menimbulkan penyakit, namun tidak pada pasien kanker yang menjalani kemoterapi, bahkan 1 bakteri saja sudah mampu membuat pasien demam tinggi (angka ini hanya perumpamaan, bukan matematika yang tepat berdasar penelitian). Maka dari itu, keluarga-kerabat pasien kemoterapi diminta untuk membesuk pasien dari luar ruang isolasi. Pun jika ingin masuk, para pembesuk harus mengenakan pakaian khusus dan mencuci tangan, serta menggunakan masker untuk meminimalisir kejadian infeksi.

Melalui tulisan ini saya ingin meluruskan, sebenarnya papi mau dan ingin sekali dibesuk oleh keluarga-kerabat-teman sejawat. Saya dan mami yang menjaga papi pun merasa senang dan tenang jika mendapat tamu. Tetapi, karena hal yang sudah saya jabarkan di atas, kami terpaksa membatasi handai tolan yang ingin sekali menunjukkan cinta-kasihnya kepada papi dan keluarga kami. Saya memohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi beberapa bulan terakhir. Saya juga memohon pengertian dari teman-teman semua, tentang pentingnya menjaga papi tetap steril.

What is the good news?
Alhamdulillah, berkat doa dan dukungan teman-teman, keluarga dan semua kerabat, keadaan gawat papi bisa terlewati. Pada Kamis, 6 Maret 2014 papi dinyatakan “bersih” dari sel kanker, dan pada tanggal itu pula papi berulang tahun. Berita baik ini memang banyak yang belum tahu, karena setelah dinyatakan bersih pun, papi masih harus menjalani perawatan di rumah untuk recovery.

Kamis, 12 Juni 2014 papi mulai praktek, meskipun kondisi kesehatan belum pulih betul.

“Papi sudah kangen dengan pasien-pasien papi, dek.”

Begitu kata papi. Yah, berhubung saya sangat galak dan agak paranoid, akhirnya jadwal praktek yang dulunya setiap Senin-Sabtu, sekarang menjadi setiap Senin, Rabu dan Jumat saja. Dan kadang papi terpaksa pulang lebih awal jika sudah kecapekan. Papi juga sudah mulai aktif di Sardjito, ikut laporan pagi, jaga di poli anak, visite ke bangsal, dan kadang-kadang mampir ke Pusat Studi Pancasila.

Segala yang kami lalui tidak dapat menjadi seindah hari ini jika tanpa ketulusan hati keluarga-teman-sahabat-kerabat-sejawat sekalian (bahkan keluarga pasien-pasien papi) yang selalu mendoakan untuk kesembuhan papi. Melalui tulisan ini pula saya ingin berterimakasih atas segala bantuan, dukungan, doa, dan atensi yang tak henti-hentinya diberikan kepada keluarga kami, terutama papi. Namun, kami masih memohon doa kepada teman-teman semua supaya papi bisa kembali berkarya di bidang kesehatan dan kembali berjuang untuk bangsa dan tanah air. Aamiin, Allahuma aamiin.

Papi, 2005.
Papi, 2005.

Akhir kata, maaf dan terimakasih.

2 thoughts on “Good News!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s