Rabu dan Tawamu

Rabu yang terhimpit hari libur nasional adalah neraka, karena semua jadwal ditumpuk jadi satu di hari ini. Kuliah jam 7 pagi, dilanjutkan Skills Lab jam 8-10, lanjut lagi tutorial jam 10-12, ishoma 1 jam, lalu lanjut skills lab lagi jam 13-15, dan diakhiri dengan praktikum Patologi Anatomi jam 15-17. Tapi hari ini dapat kami lewati dengan tawa dan canda. Ngga tau kenapa atmosfer di kelompok sangat menyenangkan hari ini, semenyenangkan itu sampai saya tulis. ;)

Saat kegiatan melatih keterampilan klinis di Skills Laboratory. Rofi, salah satu teman kelompok saya, menjadi dokter dalam sesi kali ini. Dia mendapat pasien laki-laki (probandus oleh staf Skills Lab) dengan keluhan nyeri di perut kanan atas disertai mual-mual. Anamnesis pun dilakukan.

*Bla…bla..blaa~~

Rofi                        : Oh iya, bapak sukanya makan apa pak?
Probandus          : Saya suka makan Padang, dok
Rofi                        : Oh, jadi bapak suka makan Padang ya pak? Terus efeknya gimana pak?
Probandus          : Kenyang, dok.

Kami pun tertawa terbahak-bahak sambil tepuk tangan. Aja-aja sada. Sebenarnya maksud pertanyaan Rofi adalah ‘apakah setelah makan masakan Padang perutnya bertambah sakit atau bagaimana?’. Tapi karena pakai jalan pintas jadinya malah dibercandain sama probandusnya. Tapi iya juga sih efeknya kenyang. :/

Kemudian saat menunggu dokter Skills Lab setelah ishoma, kami ngobrol-ngobrol di ruang kelas. Mendengarkan lagu Don’t Come to Me Again – Bintang Ilham, kemudian dilanjutkan Oplosan – Soimah, dan diakhiri dengan Cabe-cabean ngga ngerti lagunya siapa. Lalu kami membicarakan hal absurd hingga muncul statement Jeffry:

Jeffry   : Eh ya daripada STMJ
Saya     : STMJ?
Jeffry   : Semester Tujuh Masih Jomblo

*pecah, kelompok 6 ketawa ngga kontrol diri*

Jeffry       : Eh tapi itu stadium 2. Kalau stadium 1 STMJ adalah Semester Tiga Masih Jomblo
Dhani      : Kalau kronis gimana?
Jeffry      : Sudah Tamat Masih Jomblo
Rofi         : Kasihan lagi kalau Sudah Tewas Masih Jomblo..

Kelompok 6 ini memang absurd. Tapi saya senang. Kami dapat melebur dan menyatu, menertawakan hal yang sama meskipun tidak lucu. Jujur, perasaan senang ini terpompa deras mengalir ke sekujur tubuh saya ketika melihat teman-teman kelompok 6 tertawa. Melalui hari yang berat seperti Rabu ini, asalkan bersama tawa kalian, saya mampu. :)

Foto kelompok 6 awal semester 5
Foto kelompok 6 awal semester 5

Pesan tulisan ini: hidup itu pilihan, termasuk dalam menjalani hari. Mau jadwal sepadat apapun, seletih apapun, hari pasti akan berganti. Kalau bisa menikmatinya dengan riang gembira, kenapa harus bermuram durja? ;)

Laughter is the best medicine. But if you’re laughing without any reason, you need medicine.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s