Pencoblos yang Polos

Halo!

Bahagianya libur nasional adalah bisa berkumpul sama keluarga besar. Betul? Kalau saya ada alasan ekstra kenapa bahagia hari ini. Karena kemarin energi seperti disedot habis-habisan sama tentamen Anatomi. Terima kasih, Pemilu.

Yep! Hari ini libur karena ada Pemilihan Umum (Pemilu). Ngomong-ngomong soal Pemilu, udah pada nyoblos belum? Saya sudah lho.

Pemilu

Nyehehehe. Pardon my selfie. ;)
Jujur, saya selalu takut setiap masa-masa Pemilu. Satu karena kampanye partai politiknya, dan juga waktu pemungutan suaranya.

Tentang kampanye.
Saya sampai ngga berani keluar rumah dan ngga mau lepas headphone lho gara-gara kampanye (iya, ini lebay). Marah ngga sih dengan arak-arakan motor yang urakan? Dengan bangga melanggar peraturan lalu-lintas, mengganggu pengguna jalan lain, meresahkan warga yang sedang beristirahat, yang suara motornya cempreng dan bunyinya monoton.

Gini, kampanye dalam hal ini kan untuk mempromosikan calon wakil rakyat dari suatu golongan atau partai dan untuk menghimpun dukungan/suara. Dan menurut saya, banyak sekali cara untuk mendapat atensi dari masyarakat. Jujur saya ngga tau ada atau tidak peraturan yang mengatur hal-hal terkait kampanye. Menurut hemat saya, akan lebih baik kalau kampanye partai politik itu dikemas dengan cara yang menarik dan unik, tetapi tidak mengusik (ketenangan). Semisal kampanyenya diganti jadi Pawai Kebudayaan, atau pameran tentang tokoh-tokoh pendiri bangsa, terus diselipkan pesan-pesan dari partainya. Atau mungkin bikin acara yang memperkenalkan calon-calon dari partainya dan memaparkan visi-misi. Boleh ngga sih? Ketimbang ugal-ugalan di jalanan yang lalu tawuran dan bikin nyawa “selamat jalan”.

Ironisnya, ngga sedikit warga Yogyakarta yang malah mengajak sanak saudara, terutama anak-anak mereka untuk nonton kampanye yang jelas melanggar peraturan tersebut. Disangka baru nonton badut bertato baru pawai kali ya. Hal ini menimbukan pertanyaan,

kalau baru kampanye saja sudah berhasil memecah kebangsaan kita, gimana kalau sudah terpilih?

Tentang Hari Pemungutan Suara.
Takut kalau ngga ada yang bisa dipilih, terus akhirnya milih sesuai warna kesukaan atau cap-cip-cup aja. Ngga mau dong saya ikut nanggung dosa gara-gara salah pilih calon pejabat negara. Tapi ya mau gimana, kata dosen Kewarganegaraan kemarin, katanya kalau kita golput itu malah akan memperparah keadaan. Tapi jujur, waktu buka surat suara tadi, rasanya kaya lagi ujian dadakan, terus mandangin lembar soal yang jawabannya ngga ngerti apa karena ngga belajar. Mungkin kalau direkam, muka saya tadi udah kaya mahasiswa ngecek nilai, pucet.

Dan ternyata ngga cuma saya yang merasa ngga tau siapa yang harus dipilih (karena ngga kenal). Ibu-ibu yang ngantri beli lotek di dekat rumah saja dengan polosnya mengakui kalau tadi memilih berdasar warna kesukaan. Malah ibu di sebelahnya bilang milihnya ngga pakai buka mata. Jadi, matanya dipejamkan terus tangannya gerak ke kanan- ke kiri, terus baca doa. Pas doanya selesai, tangannya nyoblos. Dan partai itulah yang beruntung.

Gila ngga tuh? We don’t know who’ll run this country and yet we’re still choosing them.

Saya menyalahkan diri sendiri sih atas ketidaktahuan saya ini. Tapi, kalau kampanyenya dikemas dengan cara yang sudah saya sebutkan di atas, mungkin ketidaktahuan saya jadi terminimalisir. Minimal saya tau huruf depan nama calonnya kan. ;)

Lingkaran setan kebobrokan negara ini hanya bisa terputus dengan menghentikan sikap apatis. Bukan untuk melakukan hal yang besar. Tapi dengan tau, minimal kita bisa lebih bijak memprediksi kemana arah para pemboyong negara akan berpijak.

2014

Ya sudah, mungkin aku salah memilih calon pemimpin negara ini, tapi aku yakin aku ngga salah pilih calon imam. Sayangnya tadi ngga ada foto kamu, mas. :)

*kemudian disiram tinta ungu*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s