Ulang Tahun

Ada ngga di antara teman-teman kalian yang di hari ulang tahunnya malah basah kuyup? Atau malah sekujur tubuhnya berlumuran tepung, telur, dan bubuk kopi? Atau tiba-tiba sudah berenang bersama ikan-ikan? Atau malah didandani menor dan lebay? Atau lebih parah dari itu, mungkin?

Ya ngga ada salahnya memang di hari ulang tahun kita, teman-teman terdekat memberi kejutan seperti itu.  Mungkin maksudnya supaya bisa dikenang. Tapi pertanyaannya, dikenang yang seperti apa dulu? Kenangan manis atau pahit?

Jujur saja, saya kurang setuju dengan kejutan ulang tahun seperti yang sudah saya sebutkan di atas–atau mungkin lebih parah. Pertanyaan yang muncul dalam kepala saya adalah “what’s the point?

Ngga ada esensinya kan kejutan ulang tahun seperti itu. Lagi pula, telur dan tepung yang digunakan bisa diolah jadi pancakes kan? Dan lagi, kolam ikan itu tempatnya para ikan, biarkan mereka berenang dengan senang. Jangan ganggu ikan-ikan. *sad*

Kurang paham juga sama teman-teman yang sudah ‘dikerjai’ habis-habisan seperti itu masih bisa tertawa dan mau mentraktir yang membuat dirinya malu dan/atau kotor. Bahkan sekarang sudah menjadi paradigma (lingkupnya FK UGM) bahwa ‘yang ulang tahun, besok bawa pakaian ganti’, karena pasti pulang kegiatan kampus ngga selamat dari–minimal–nyemplung di kolam ikan Taman Medika yang baunya naudzubillah, sampai ngga bisa dideskripsikan.

Dalam pikiran saya, ulang tahun itu seharusnya merasa bahagia untuk kedua belah pihak–antara yang ulang tahun dan teman-teman yang memberi kejutan. Paling tidak, dari sisi yang ulang tahun, dengan adanya orang-orang yang ingat hari kelahirannya dia merasa ada, dianggap, dan disayangi. Seharusnya dia tau betapa berharganya dia di mata orang-orang, betapa banyak yang sudah ia lakukan untuk orang sekitar sampai banyak orang mengenangnya. Dia harus tau bahwa banyak orang berbahagia atas kelahirannya. Dengan begitu, momen ulang tahun menjadi yang ditunggu-tunggu. Karena pada hari ia lahir-lah orang-orang menunjukkan atensi dan afeksi kepadanya.

Dan dari sisi yang memberi kejutan, seharusnya bisa mewujudkan apa yang ingin diraih yang ulang tahun tanpa membebani dari segi moril dan ekonomi. Lakukan sebisanya, seadanya, berbeda tapi tidak merugikan dan bisa meninggalkan kenangan terindah.

Saya tidak mengatakan bahwa yang memberi kejutan seperti di atas berarti tidak sayang, mungkin itu bentuk kasih sayang yang lain. Entahlah, tapi tidak bisa masuk dalam logika saya, ngga nyambung.

Coba bantu saya jawab pertanyaan ini:
1. Dimana letak sayangnya kalau di hari ulang tahun malah dibuat malu dan kotor–basah kuyup, bau amis, penuh tepung, didandani menor ke kampus ikut kuliah?

2. Siapa yang merasa lebih bahagia?
Apakah a). Yang ulang tahun           b). Yang ngerjain                        c). Orang lewat/dosen.

Kejutan Rainbow Cake dari Keluarga dan Sahabat
Foto di atas kan enak dilihat dan diabadikan *ting*

Mohon maaf kalau tulisan ini menyinggung beberapa kelompok yang tersinggung. Ngga ada niatan menyinggung, sungguh. Lagi pula, kenapa harus tersinggung? *titikduabintang*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s