Doa

Lagi-lagi rintik hujan memukuli genting menemani saya menulis, memberi melodi tersendiri dalam hening. Berangkat dari salah satu status di Twitter saya pun membuat tulisan ini, sekadar ingin berbagi pengetahuan berdasarkan pengalaman tentang berdoa.

Dulu, setiap saya berdoa kepada Allah, saya memegang prinsip “Allah Maha Tahu.” Sehingga doa saya hanya berbunyi, “Yaa Allah, hamba tahu Engkau Maha Mengetahui, dan Engkau pasti memberi hamba yang terbaik. Bantu hamba yaa Allah, beri hamba yang terbaik.” Setelah ditelaah lebih jauh, ternyata saya menyalahartikan kata-kata “Allah Maha Tahu”. Saya pikir, karena Allah tahu yang terbaik buat saya ya pasti akan Allah berikan. Hidup saya zaman dulu memang terlalu linear, tidak berambisi. Setelah mendapat pencerahan, saya meralat cara berdoa saya; dengan menyampaikan keinginan saya supaya dikabulkan Allah.

Tetapi seiring berjalannya waktu, saya menilik kembali kesinambungan antara doa dan kejadian di sekitaran. Sebagai contoh; “Yaa Allah, semoga ulang tahun hamba yang ke-17 menjadi sangat berkesan bagi hamba.” Tahu apa yang terjadi? Ulang tahun saya yang ke-17 sungguh sangat berkesan! Namun, kesannya buruk.

Sudah lihat kesinambungannya?

Saya menyimpulkan sendiri, bahwa Allah mengabulkan doa saya, tapi karena doanya tidak lengkap jadi meleset tidak sesuai keinginan. Saya pun belajar dari pengalaman, sejak saat itu setiap berdoa saya memberi segala detail yang saya inginkan. Pokoknya 5W+1H lengkap. Contohnya:

Yaa Allah, hamba ingin menjadi mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada Yogyakarta Jurusan Pendidikan Dokter Tahun 2011 yang masuk melalui jalur PBS tahun 2011 supaya dapat membahagiakan kedua orang tua hamba yaa Allah, hamba mohon kabulkanlah keinginan hamba…

Tidak bermaksud mendikte Allah, hanya memberi rincian keinginan. Setiap doa yang lengkap begitu saya menambahkan,

…semoga apa yang hamba inginkan adalah yang terbaik dari-Mu untuk hamba, dan jika bukan, hamba mohon berilah hamba keikhlasan untuk mampu menerima jawaban-Mu atas doa hamba, yaa Allah…

Jawaban dari doa di atas: saya tidak lolos jalur PBS. Pada saat itu, saya berfikir mungkin jalur PBS bukan yang terbaik untuk saya karena saya seperti kurang berusaha. Setelah meng-update kembali doa saya, akhirnya saya bisa menjadi mahasiswi FK UGM tahun 2011 yang masuk tidak melalui jalur PBS dan orang tua saya tetap bahagia.*saya merinding menulis ini* Allah Maha Besar!

Kesimpulannya, berdoalah yang terperinci sesuai keinginan kalian. Tapi jangan lupa serahkan kembali kepada Allah semua keputusan dan mintalah kepada Allah keikhlasan menerima setiap putusan-Nya yang tidak sesuai dengan keinginan kalian. *ting*

Kata orang, postingan blog tanpa foto itu cupu. Ya sudah, nih saya kasih foto…

#nofilter #instadaily #likeforlike #iphonesia #instagood #instago #igdaily #igers #latergram #indonesia #asiangirl #pray #hijabers #pengajian #setiaprabudansabtu #statigram #photooftheday #wanita #muslimah #calonistriidaman #tarikjodoh #lalalala #yeyeye
#nofilter #instadaily #likeforlike #iphonesia #instagood #instago #igdaily #igers #latergram #indonesia #asiangirl #pray #hijabers #pengajian #setiaprabudansabtu #statigram #photooftheday #wanita #muslimah #calonistriidaman #tarikjodoh #lalalala #yeyeye

*malah mainan tanda pagar* *kemudian diserang pagar* *krik*

3 thoughts on “Doa

  1. Sangat menginspirasi kak tulisannya, alhamdulillah Insya Allah sekarang akan mulai belajar juga untuk “cerita” lebih, dalam doa saya kepada Allah. makasih kak :))

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s